Pedagang Kaki Lima Demo, Jalur Medan-Aceh Macet 4 Jam
Selasa, 20 Jun 2006 21:28 WIB
Medan - Karena merasa digusur secara tidak manusiawi, ratusan pedagang kaki lima di Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) berunjuk rasa dengan memblokir ruas jalan yang menghubungkan Medan-Aceh.Akibatnya aksi itu, kemacetan lalu lintas tak terhindarkan. Antrian panjang kendaraan terjadi 4 jam lebih, Selasa (20/6/2006).Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB, setelah terjadi kesepakatan dengan pemerintah kota. Walikota Ali Umri berjanji para pedagang dapat mengambil kembali dagangannya yang sempat disita dalam penggusuran."Barang-barang itu boleh diambil kembali sepanjang tidak digunakan untuk membuka kios di tempat semula," kata Ali Umri.Sejumlah pedagang menuturkan, aksi yang mereka lakukan dipicu oleh penggusuran yang dilakukan Satpol PP Binjai yang membongkar paksa kios mereka di sepanjang Jalan Amir Hamzah hingga jalan Tanjung Pura, Kecamatan Binjai Utara.Pembongkaran kios juga terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Binjai Timur, serta di daerah Pajak Tavip di Kecamatan Binjai Kota. Aksi itu dilakukan pada Senin (19/6) malam."Barang-barang dagangan kami dibawa begitu saja, sehingga kami mengalami kerugian sangat banyak. Seharusnya sebelum penertiban, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi, bukan secara membabi buta dan mengambil barang-barang kami begitu saja," kata Irwan (38) salah seorang pedagang dengan kesal.Ratusan pedagang itu berdemo di Jl Amir Hamzah hingga Jl Tanjung Pura serta Jl Soekarno Hatta. Mereka membakar ban mobil dan kayu di tengah jalan lintas Sumatera itu.Upaya membubarkan massa sempat mengakibatkan baku hantam antara pengunjuk rasa dengan petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP. Selepas pukul 18.00 WIB, keadaan berangsur normal. Setelah para pedagang bubar, petugas mulai menyingkirkan sisa-sisa benda yang dibakar pedagang dari badan jalan. Jalur lalu-lintas kembali normal.
(nvt/)











































