ADVERTISEMENT

MKD Ungkap Anggota DPR DK Diperiksa 2 Jam di Kasus Dugaan Pencabulan

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 15:21 WIB
Rapat pimpinan MKD DPR RI, yang dipimpin Wakil Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam.
Rapat klarifikasi kasus dugaan pencabulan oleh anggota DPR inisial DK (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI memanggil anggota DPR inisial DK terkait kasus dugaan pencabulan. Anggota DPR inisial DK dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait kasus tersebut.

Pemanggilan terhadap DK berlangsung pada Rabu (27/7/2022) pagi tadi. Rapat MKD yang dipimpin oleh Wakil Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam dan dihadiri oleh 11 orang, terdiri atas pimpinan dan anggota MKD, ini berlangsung 2 jam.

Dalam kesempatan itu, DK diperiksa atas dugaan pelanggaran Pasal 289 KUHP tentang Tindak Pidana Pencabulan yang dilaporkan ke Bareskrim Polri bernomor LI/35/VI/2022/Subdit V tertanggal 15 Juni 2022. MKD DPR mengklarifikasi kasus dugaan pencabulan itu ke anggota DPR DK.

"Dapat diinformasikan bahwa kami MKD sudah melakukan pemanggilan terhadap Saudara DK untuk memberikan klarifikasi," demikian keterangan tertulis anggota MKD DPR Alien Mus yang dikonfirmasi pimpinan MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam.

MKD DPR memastikan klarifikasi tersebut bersifat sementara. Kemudian, berdasarkan klarifikasi, DK mengklaim tidak pernah melakukan pelecehan terhadap korban yang merupakan stafnya ketika yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua DPRD Lamongan pada 2018.

"Adapun hasil dari klarifikasi ini bersifat sementara, dan dari keterangan yang diberikan oleh yang bersangkutan, benar bahwa beliau mengenal korban sebagai stafnya ketika beliau menjabat sebagai Ketua DPRD Lamongan pada 2018. Akan tetapi selama ini hubungan disebut baik-baik saja dan tidak pernah melakukan pelecehan. Hal ini kemudian didukung oleh saksi-saksi sesama pegawai DPRD yang secara sukarela memberikan keterangan secara tertulis terkait peristiwa tersebut," bunyi keterangan tertulis itu.

Korban Diminta Mengadu ke MKD DPR

MKD DPR selanjutnya meminta korban dugaan pencabulan dengan terduga anggota DPR DK hadir dan mengajukan aduannya serta membawa bukti-bukti. Hal ini dimintakan agar dugaan pencabulan tersebut bisa diselesaikan seadil-adilnya.

"Dengan demikian, demi menjaga marwah dan martabat kelembagaan DPR-RI, MKD berharap agar Saudari Korban dapat hadir dan memberikan pengaduan secara resmi ke MKD terhadap peristiwa yang terjadi, disertai identitas pengadu, identitas teradu, uraian peristiwa yang diduga pelanggaran, serta bukti-bukti pendukung yang autentik seperti visum dan lainnya sesuai dengan Pasal 6 Peraturan DPR No 2 Tahun 2015 tentang Tata Beracara Mahkamah Kehormatan Dewan. Hal ini perlu dilakukan agar kami dapat menindaklanjuti perkara ini dengan seadil adilnya sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku," lanjut keterangan tertulis MKD DPR.

MKD DPR pun memastikan akan menyambut dengan baik laporan atau aduan korban terkait kasus yang menjerat anggota DPR inisial DK.

"Sebagai alat kelengkapan Dewan yang memiliki tanggung jawab untuk menegakkan kode etik serta menjaga marwah dan keluhuran martabat DPR RI, kami akan menyambut baik pengaduan resmi dari pihak korban dan menjaga kepercayaan masyarakat untuk menangani kasus ini dengan transparan, akuntabel, dan berkeadilan," imbuh keterangan tersebut.

Simak juga Video: Bejat! Ayah di Deli Serdang Cabuli Anak Tirinya Sampai 10 Kali

[Gambas:Video 20detik]





(maa/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT