Masih Ditutup, Tebet Eco Park Bangun Fasilitas BBQ hingga Water Playground

ADVERTISEMENT

Masih Ditutup, Tebet Eco Park Bangun Fasilitas BBQ hingga Water Playground

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 15:19 WIB
Tebet Eco Park
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta masih menutup Tebet Eco Park di Jakarta Selatan. Penutupan masih diberlakukan karena pengelola tengah membangun sejumlah fasilitas baru.

"Sampai saat ini Tebet Eco Park masih ditutup sementara ya teman-teman," demikian informasi yang disampaikan dalam akun instagram @tebetecopark seperti dilihat, Rabu (27/7/2022).

Setidaknya terdapat tiga fasilitas yang tengah dibangun selama penutupan sementara. Yaitu water playground, barbeque area, serta pet park. Tidak dijelaskan kapan pembangunan ketiga fasilitas itu tuntas.

"Biar semakin nyaman ada beberapa fasilitas baru lho di taman ini!" ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tebet Eco Park ditutup sementara sejak 14 Juni 2022. Penutupan dilakukan untuk menata kawasan tersebut setelah pengunjung membeludak.

Pemprov DKI Jakarta bakal mewajibkan pengunjung mendaftar melalui aplikasi JAKI sebelum menyambangi Tebet Eco Park. Tak hanya itu, pengelola juga bakal memberikan kartu merah kepada pengunjung yang merusak fasilitas taman.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan nantinya segala aktivitas pengunjung bakal terekam melalui kamera CCTV. Selain kartu merah, pengunjung bakal dikirimi surat pelanggaran melalui e-mail.

"Apabila merusak, kita akan kita kasih kartu merah dan selanjutnya kita akan kasih surat teguran itu surat pelanggaran itu kepada yang bersangkutan melalui e-mail," kata Suzi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/7).

Suzi menuturkan fasilitas yang kerap mengalami kerusakan adalah toilet dan rerumputan taman. Nantinya, pelaku perusakan fasilitas dilarang masuk ke taman selama 3 bulan.

"Kan waktu mereka daftar JAKI ada e-mail yang melanggar itu selama 3 bulan tidak boleh masuk taman Tebet," jelasnya.

"Bagaimana masyarakat itu bisa disiplin walaupun jangan merasa karena taman itu gratis, tapi harus rusak kan tidak jadi walaupun gratis tetap harus dijaga," sambungnya.

Pengelola akan membatasi pengunjung harian, yakni 8.000 pengunjung selama hari kerja dan 16 ribu selama akhir pekan. Pengunjung bisa memilih hari kunjungan ketika mendaftar secara online.

(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT