ADVERTISEMENT

Komnas HAM Akan Minta Keterangan Siber Polri soal Isi HP Brigadir J

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 11:43 WIB
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (YouTube Komnas HAM)
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (YouTube Komnas HAM)
Jakarta -

Komnas HAM akan meminta keterangan tim Siber Mabes Polri dan digital forensik terkait insiden baku tembak yang menewaskan Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo hari ini. Isi HP Brigadir J hingga Irjen Ferdy Sambo serta rekaman CCTV diminta ditunjukkan kepada Komnas HAM.

"Semua yang terkait digital forensik dan siber kami minta untuk dibuka kepada kami, kalau video tunjukkan pada kami, kalau berupa benda HP misalnya tunjukkan pada kami, isinya apa," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Rabu (27/7/2022).

"Ini semua HP yang terkait peristiwa ini pasti kami akan tanya, contohnya misalnya HP-nya J, itu kami akan tanya di mana posisinya, apa isinya gitu, termasuk misalnya HP-nya Irjen Sambo itu kami juga akan tanya di mana dan apa isinya dalam konstruksi peristiwa ini, kayak begitu salah satu contohnya," lanjutnya.

Anam mengatakan sejumlah persiapan telah dilakukan untuk pemeriksaan hari ini. Dia menyebut Komnas HAM terus berusaha mendapatkan titik terang dari kasus tersebut.

"Apa yang sudah dipersiapkan oleh tim untuk penyiapan hari ini? Sebenarnya udah kami siapkan sejak beberapa waktu lalu, kami cek di beberapa daerah misalnya yang sederhana adalah titik di mana di lingkungan situ misalnya CCTV-nya berapa, kita crosscheck," katanya.

Selain itu, pihaknya akan memeriksa semua HP yang berkaitan dengan peristiwa itu. Dia menyebut pihaknya akan meminta keterangan tim siber Polri terkait riwayat pesan dan sebagainya.

"Tidak kalah penting adalah soal kalau siber adalah HP, jumlah HP, warna HP, model HP itu, termasuk juga kalau substansi HP itu apa komunikasi penting dalam HP tersebut, di jam berapa, apa yang dibicarakan, titik-titik jejak digitalnya kayak apa," katanya.

Anam tidak menjelaskan berapa banyak CCTV dan ponsel yang akan diperiksa. Menurutnya, yang terpenting adalah isi dan wujud dari barang bukti tersebut.

"Nanti kita umumkan, kami punya datanya nanti kami umumkan, tapi yang paling penting dalam pemeriksaan siber maupun digital forensik itu satu bendanya mana, substansi isinya apa, kalau soal digital forensik kalau itu terkait video, videonya mana, itu yang paling penting," imbuhnya.

Komnas HAM Periksa Bharada E

Komnas HAM memeriksa Bharada E dan ajudan atau aide de camp (ADC) Irjen Ferdy Sambo terkait insiden yang menewaskan Brigadir Yoshua atau Brigadir J. Sejumlah keterangan digali oleh Komnas HAM.

Bharada E dan ajudan Irjen Ferdy Sambo diketahui diperiksa secara terpisah. Bharada E juga tidak datang bersamaan dengan ajudan lainnya.

Bharada E tiba di kantor Komnas HAM pada Selasa (26/7) pukul 13.25 WIB dan selesai menjalani pemeriksaan pada pukul 18.22 WIB.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Rhamadhan dan sejumlah pejabat dari Irwasum Polri mengantarkan Bharada E dan ajudan Irjen Sambo lainnya ke Komnas HAM. Tetapi ia memastikan pemeriksaan Bharada E dan ajudan lainnya tanpa pendampingan dari pejabat Polri tersebut.

"Apakah beliau-beliau (Karopenmas dan Irwasum) yang mendampingi ini ikut di dalamnya? Tidak ikut sama sekali," tegas Anam dalam jumpa pers di Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7).

Simak juga 'Polri Pastikan Dokter Forensik yang Autopsi Brigadir J Bekerja Independen':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT