ADVERTISEMENT

Jasa Raharja Berikan Santunan ke 11 Ahli Waris Korban KM Cahaya Arafah

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 10:08 WIB
Jasa Raharja serahkan santunan ke ahli waris korban tenggelamnya kapal motor Cahaya Arafah.
Foto: dok. Jasa Raharja
Jakarta -

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menyerahkan santunan kepada seluruh ahli waris korban kecelakaan kapal motor Cahaya Arafah yang tenggelam di perairan Tokaka, Halmahera. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan belasungkawa dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menghadapi musibah yang menimpa.

"Kami menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/7/2022).

Dewi mengatakan seluruh korban terjamin Jasa Raharja sesuai dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum. Hal itu merupakan salah satu bentuk kehadiran negara melalui penjaminan asuransi sosial korban kecelakaan. Untuk diketahui, santunan kepada para ahli waris diberikan pada Selasa (26/7).

Berdasarkan hasil laporan pencarian dari Tim SAR gabungan, dari 77 korban kecelakaan KM Cahaya Arafah, 66 di antaranya dinyatakan selamat. Sementara, 10 orang meninggal dunia dan 1 orang masih dinyatakan hilang, namun telah teridentifikasi.

Dari hasil pendataan tersebut, Jasa Raharja menyerahkan santunan sebesar Rp 50 juta kepada 11 ahli waris korban yang sah. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017.

Sebagaimana diketahui, KM Cahaya Arafah dilaporkan tenggelam di Perairan Pulau Tokaka, Halmahera Selatan saat berlayar dari Ternate menuju Gane Barat. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bastiong Ternate hari Senin sekitar pukul 08.30 WIT dan dilaporkan tenggelam sekitar pukul 18.12 WIT.

Pencarian korban pun telah dilakukan selama 7 hari. Guna mendukung proses pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan 18 armada yang terdiri dari KN SAR 237 Pandudewanata, KP Gamalama XXX-3002, KAL Tidore III-14-11, KRI 527 Teluk Wondama, KRI 853 Tatihu, KRI 854 Layaran, KRI 867 Albakora dan KNP 358.

Jasa Raharja juga turut terlibat dalam tim gabungan dengan melakukan pendataan korban dan ahli waris korban. Sehingga, santunan sebagai hak korban maupun ahli waris dapat diproses dan diserahkan secepat mungkin.

Jasa Raharja merupakan BUMN yang diberikan amanah untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas melalui Undang Undang No. 33 dan 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan. Adapun besaran santunan yang diberikan telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.15 dan No.16 Tahun 2017.

Simak Video 'Insiden Kapal Basarnas Dilempar, Warga Anarkis Karena Tidak Sabar':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT