ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Perubahan Kondisi Lalin Usai Jalan di Kota Tua Jakarta Jadi Trotoar

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 19:20 WIB
Kondisi simpang Jl Kemukus, Kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Kondisi simpang Jl Kemukus, Kawasan Kota Tua Jakarta, Selasa (26/7/2022) (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Sistem buka tutup jalan sempat diterapkan di simpang Jalan Kemukus di Kawasan Kota Tua Jakarta pada 2021 saat penerapan kawasan rendah emisi atau low emissions zone (LEZ). Kini Jl Ketumbar dan Jl Lada ditutup permanen bagi kendaraan dengan mengubahnya menjadi jalur pedestrian.

Salah satu warga, Iwan (62), mengatakan kemacetan di jalan tersebut tidak separah saat buka tutup jalan diterapkan pada 2021.

"Tetap ah lebih parah dulu, kalau ini sekarang ini kadang-kadang, kadang-kadang 1 jam bisa lancar gitu nggak terus macet nggak terus-terusan macet. Kalau dulu mah terus-terusan karena jalannya masih sempit, buka tutup juga, ini sempit lagi perbaikan kan," kata Iwan saat ditemui di Jl Kemukus, Jakarta Barat, Selasa (26/7/2022).

Warga sekitar Kota Tua Jakarta, IwanWarga sekitar Kota Tua Jakarta, Iwan (Mulia Budi/detikcom)

Iwan mengatakan kemacetan yang terjadi sekarang terbilang normal. Menurutnya, kemacetan di Jl Kemukus terjadi lantaran pengerjaan proyek di depan Stasiun Jakarta Kota belum rampung.

"Segini mah wajar, ini kendalanya karena di depan itu ada proyek itu kan, kalau memang udah kelar mah udah, kalau udah normal udah kelar jalannya nggak bakalan macet," ujarnya.

Menurut Iwan, pengendara masih bisa berjalan meski jalanan di Jl Kemukus padat. Dia mengatakan pengendara terkadang tidak bisa berjalan dan harus berhenti di kemacetan saat buka tutup jalan tahun lalu.

"Walaupun macet tetap masih bisa berjalan jadi macet jalan merayaplah bisa tuh dikit-dikit, kalau dulu kan kadang-kadang diam gitu," ucapnya.

Selain itu, dia mengatakan Jl Ketumbar dan Jl Lada yang diubah menjadi jalur pedestrian membuat sejumlah pedagang kaki lima harus berpindah lokasi jualan. Dia berharap pemerintah memberikan ruang bagi pedagang agar tetap bisa berjualan di kawasan jalanan dekat wisata Kota Tua tersebut.

"Itu udah diubah begitu teman-teman saya pedagang nggak boleh jualan di situ, teman saya tuh banyak korban berapa puluh yang nggak boleh jualan di situ," tutur Iwan.

"Kalau saya harapan saya sih sebenarnya sekarang walaupun itu udah diubah ya mungkin pengunjung nantinya lebih banyak ya, ya apa salahnya pedagang-pedagang ya disuruh ditata lah di pinggir yang penting asal jangan ke tengah gitu ya ditata di kasih ruang," imbuhnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT