Kopda Muslimin Diburu, Siapa Dia dan Kenapa Tega Perintahkan Bunuh Istri?

ADVERTISEMENT

Kopda Muslimin Diburu, Siapa Dia dan Kenapa Tega Perintahkan Bunuh Istri?

Tim detikJateng - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 12:05 WIB
Kopda Muslimin jadi buronan atas kasus penembakan istrinya sendiri. Kasus penembakan tersebut terjadi di depan rumah korban, di Semarang, Jawa Tengah.
Kopda Muslimin Diburu, Begini Teganya Dia Berkali-kali Coba Bunuh Istri (Foto: dok. Kapendam IV/Diponegoro)
Jakarta -

Kopda Muslimin jadi buronan atas kasus penembakan istrinya sendiri. Kasus penembakan tersebut terjadi di depan rumah korban, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/7/2022).

Lantas, siapa sosok Kopda Muslimin ini? Apa motif dari percobaan pembunuhan istrinya? Simak informasinya di bawah ini.

Kopda Muslimin: Kopral Dua Arhanud Semarang

Kopda Muslimin adalah anggota TNI dengan pangkat Kopral Dua (Kopda) di Yon Arhanud 15/DBY, Semarang, Jawa Tengah. Pangkat Kopda berada di bawah Kopral Kepala (Kopka) dan Kopral Satu (Koptu). Di samping itu, Kopral adalah pangkat golongan tamtama dalam satuan ketentaraan.

Diketahui, Kopda Muslimin menjadi dalang dibalik penembakan istrinya yang terjadi di depan rumah mereka, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Penembakan terjadi pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kopda Muslimin jadi buronan atas kasus penembakan istrinya sendiri. Kasus penembakan tersebut terjadi di depan rumah korban, di Semarang, Jawa Tengah.Pelaku penembakan istri Kopda Muslimin. (Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

Penembakan Istri Tentara di Semarang: Kopda Muslimin Bayar Eksekutor

Kopda Muslimin membayar pembunuh bayaran untuk menembak istrinya. Ia memerintahkan komplotan untuk membuntuti dan melakukan eksekusi penembakan.

"Dua orang (eksekutor) membuntuti korban saat korban menjemput anaknya, dilakukan eksekutor sebanyak dua kali tembakan. Tembakan pertama disinyalir tidak mematikan," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, dilansir detikJateng, Selasa (26/7/2022).

Bahkan, Kopda Muslimin membayar Rp 120 juta kepada empat pelaku penembakan istrinya. Ia melakukan transaksi saat sedang menemani istrinya yang dirawat di rumah sakit usai ditembak.

"Korban dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit suami korban melakukan peneleponan kepada eksekutor dengan dilakukan untuk memperoleh transaksi uang hasil pelaksanaan kegiatan. Kemudian suami korban keluar di minimarket 300 meter dari rumah sakit, diberikan uang Rp 120 juta sebagai kompensasi," jelas Luthfi.

Berbagai Cara Dilakukan Kopda Muslimin untuk Bunuh Istrinya

Selain penembakan, ternyata Kopda Muslimin telah beberapa kali merencanakan pembunuhan istrinya. Cara yang dilakukan pun bermacam-macam.

"Jadi sebelumnya itu, satu bulan yang lalu keterangan saksi keterangan ya, belum kita crosscheck. Dia (Kopda Muslimin) sudah memerintahkan Babi (eksekutor penembakan) untuk meracun, yang kedua mencuri. Jadi pura-pura mencuri," ujar Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di Polda Jateng, dikutip detikcom, Selasa (26/7/2022).

Kemudian, Kopda M juga sempat dikabarkan melakukan santet kepada istrinya.

"Yang jelas targetnya itu istrinya mati. Kemudian yang ketiga, dia menggunakan santet. Tapi belum kita crosscheck pada suami (Kopda Muslimin), masih dalam pencarian," ucap Luthfi.

Selengkapnya tentang berkali-kali upaya Kopda Muslimin bunuh istri dapat dibaca di sini.

Motif Kopda Muslimin Dalangi Penembakan Istri

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan motif penembakan istri TNI di Semarang. Alasan Kopda Muslimin membayar orang untuk membunuh istrinya karena dirinya mempunyai pacar.

"Motifnya punya pacar lagi," kata Luthfi, Senin (25/7/2022).

Fakta tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pelaku penembakan yang sudah ditangkap.

"Jadi dari pemeriksaan saksi di antaranya saksi W, itu pacarnya (Kopda M)," tambah Luthfi.

Penjelasan polisi terkait motif Kopda Muslimin ada di sini.

Kopda Muslimin Masih Dicari TNI-Polri

Tim gabungan TNI-Polri terus memburu Kopda Muslimin yang menghilang setelah kasus penembakan istrinya. Kopda M diduga menjadi dalang penembakan istrinya tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menduga Kopda Muslimin kabur ke luar Jawa Tengah.

"Bahkan datang dari Puspomad, Pasintel di sini. Mungkin yang bersangkutan (Kopda Muslimin) tidak berada lagi di Jawa Tengah bisa berada di tempat lain, sehingga segera untuk dilakukan pencarian secara cepat, dan kita transparan," kata Dudung saat hadir dalam konferensi pers penangkapan lima tersangka penembakan istri TNI, di Mapolda Jateng, Semarang, dikutip dari detikJateng, Selasa (26/7/2022)

Simak Video 'Kasus Kopda M: Punya Pacar Jadi Alasan Tembak-Santet Istri Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT