Hikam: 42 Warga Papua Menyesal Tinggal di Australia
Selasa, 20 Jun 2006 12:16 WIB
Jakarta -
42 Warga Papua pencari suaka yang mendapat temporary visa di Australia kini gigit jari. Impian mereka mendapat pekerjaan di Negeri Kangguru itu kandas."42 Orang Papua ternyata tidak punya keinginan yang sama. Hanya satu dua orang saja yang true believer dan malahan sekarang mereka menyesal," kata Anggota Komisi I DPR AS Hikam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/6/2006)."Mereka merasa ditipu seolah-olah kedatangan mereka ke Australia akan diberi pekerjaan," lanjut Hikam.Namun demikian, Hikam yang juga Ketua Tim Delegasi Komisi I ke Australia ini menolak membeberkan sumber laporan yang diterimanya."Ada laporan yang menyebut itu," cetusnya.Hikam mengaku delegasinya tidak dapat bertemu langsung dengan 42 warga Papua. "Pengacara 42 warga Papua seolah-olah takut Komisi I DPR melakukan intimidasi sehingga keberatan kami bertemu dengan mereka," jelas politisi PKB ini.Lebih lanjut, Hikam meminta Konjen RI di Australia membantu 42 warga Papua secara kemanusiaan karena kondisi mereka memprihatinkan dan tidak sesuai seperti yang diharapkan.HowardDalam kesempatan itu, Hikam berharap Presiden SBY dan PM Australia John Howard melakukan pembahasan yang komprehensif terkait hubungan kedua negara."Jangan memilih isu. Jangan hanya satu dimensi saja yang dibahas misalnya soal Ba'asyir," kata Hikam.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































