Rombongan Aktivis Digeledah Polisi di Jalan Tol
Selasa, 20 Jun 2006 12:14 WIB
Jakarta - Rombongan aktivis pemuda dan mahasiswa dicegat dan diinterogasi sejumlah orang bersenjata. Mereka yang tidak menjawab, langsung ditampar.Demikian dituturkan humas Aliansi Rakyat Bergerak Adili Soeharto (ARBAS), Rahmat Sahid saat mengadukan peristiwa yang terjadi pada Minggu 18 Juni itu ke Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta, Selasa (20/6/2006).Rahmat menuturkan, saat itu 45 aktivis ARBAS dalam perjalanan pulang usai menghadiri pertemuan di Bandung, Jawa Barat.Saat bus yang mereka tumpangi melintas di ruas tol Jakarta-Cikampek, tepatnya antara pintu tol Bekasi Barat dan Jatiwaringin, tiba-tiba dipepet dua mobil patroli polisi dan beberapa mobil kijang.Melalui pengeras suara, petugas di mobil patroli meminta sopir bus berhenti. Tidak lama kemudian, sejumlah pria berbadan tegap dan bersenjata masuk ke dalam bus. Dengan membentak, mereka meminta para aktivis menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Satu per satu mereka digeledah."Ada 12 orang yang masuk ke dalam bus, 5 orang dari depan dan 7 dari belakang. Teman-teman yang tidak segera mematuhi perintah mereka karena sedang tidur atau belum sadar benar, langsung ditampar," kata Rahmat.Satu per satu para aktivis digeledah. Selama proses penggeledahan mereka juga meminta semua yang ada di dalam bus mematikan handphone. Dalam penggeledahan sesekali terdengar makian kasar dari orang-orang tersebut.Usai melakukan penggeledahan, dua aktivis digelandang keluar bus. Melihat kejadian itu, sejumlah aktivis lainnya spontan berdiri dan turun. Mereka khawatir terjadi sesuatu yang buruk terhadap keduanya.Namun tidak berapa lama, dua aktivis itu diminta kembali ke dalam bus. Rombongan para aktivis ini pun kemudian diminta segera melanjutkan perjalanan lagi."Dua teman kami itu mengatakan, saat dibawa turun mereka dihujani berbagai pertanyaan mengenai pertemuan di Bandung. Apa hasil pertemuan, siapa yang mendanai, dan siapa saja tokoh yang hadir. Para pelaku juga bertanya tentang dua orang bernama Ricky dan David. Kita tidak kenal siapa mereka," tutur Rahmat.Menanggapi pengaduan ARBAS, Ketua Sub Komisi Hak Sipil dan Politik Komnas HAM Lies Soegondo mengatakan, akan melayangkan surat klarifikasi ke Mabes Polri. Termasuk juga tembusan ke Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat dan Komisi III DPR."Kita akan lihat perkembangannya. Kalau nanti diperlukan data lebih lanjut, kita akan mengadakan pertemuan lagi," kata Lies.Saat mengadu ke Komnas HAM, pihak ARBAS diwakili 20 anggotanya. Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor dan angkutan umum.
(djo/)











































