PPP Respons Surya Paloh: Tak Ada Pemilu Bisa Chaos, Ongkos Lebih Mahal

ADVERTISEMENT

PPP Respons Surya Paloh: Tak Ada Pemilu Bisa Chaos, Ongkos Lebih Mahal

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 08:17 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Ketum NasDem Surya Paloh memandang lebih baik pemilihan umum (pemilu) tak perlu digelar apabila berujung pada perpecahan bangsa. PPP menyebut peniadaan pemilu bisa menimbulkan sejumlah hal negatif.

"Tidak melaksanakan pemilu itu kan melanggar konstitusi. Ongkosnya jauh lebih mahal," ujar Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi, yang akrab disapa Awiek, Senin (25/7/2022).

Menurut Awiek, pergelaran pemilu pada 2024 sudah sesuai dengan konstitusi. Pemilu, ucap Awiek, harus sesuai dengan tahapan.

"Itu bisa menimbulkan chaos juga kalau tidak sesuai dengan konstitusi," lanjutnya.

Awiek berharap tidak ada lagi politik identitas yang mengarah pada perpecahan.


Golkar Kritik Politik Identitas

Senada dengan Awiek, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menekankan pemilu merupakan mekanisme pemilihan pemimpin bangsa dalam konteks demokrasi.

"Praktik buruk politik identitas kan dilakukan para politikus yang sengaja mengejar kekuasaan dengan menggunakan berbagai cara, sekalipun taruhannya perpecahan bangsa. Ini yang harus kita hindari," kata Ace.

Karena itu, lanjut Ace, politik rasional yang berlandaskan gagasan dan ide itu tergantung dari komitmen masyarakat untuk menjadikan pemilu sebagai ajang memilih pemimpin yang menawarkan ide dan program yang lebih baik.


Senior PDIP: Pernyataan Surya Paloh Tepat

Politikus Senior PDIP Hendrawan Supratikno angkat bicara terkait pernyataan Surya Paloh. Hendrawan menilai pernyataan Surya Paloh tepat.

"Pernyataan yang tepat. Apa pun yang mengganggu persatuan bangsa, yang menggerus modal sosial kita, tidak layak untuk dijalani, dipamerkan, atau diselenggarakan," jelas Hendrawan.

Hendrawan berpendapat pemilu sengaja diadakan agar menciptakan demokrasi yang sehat dan akuntabel. "Bila isu-isu primordial dikemas sebagai instrumen pemenangan elektoral, proses pembusukan persatuan bangsa secara sengaja sedang dilakukan," tutur Hendrawan.

"Ini sangat berbahaya. Kekuatan imperialisme dengan mudah akan ikut campur mengacak-acak kita. Atas nama demokrasi, terbuka ruang intervensi kepentingan-kepentingan disintegratif," sambungnya.


Orasi Surya Paloh

Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah saat penganugerahan gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) dari Universitas Brawijaya. Dalam orasinya, Paloh memandang lebih baik pemilihan umum (pemilu) tak perlu digelar apabila berujung pada perpecahan bangsa.

Paloh mulanya berbicara soal praktik politik identitas yang baik dan yang buruk. Paloh mendukung praktik politik identitas yang baik dengan memunculkan kekhasan identitas dari suatu kelompok politik.

"Politik identitas yang buruk atau yang tidak baik adalah kebalikan dari yang baik tadi. Mereka bersikap eksklusif dan tidak mau mengenal yang lain. Yang menjadi masalah adalah politik identitas yang buruk. Dia bukan hanya buruk, tapi juga merusak," ujarnya.

Paloh mengatakan praktik politik identitas yang buruk dalam mengejar kemenangan pemilu pada akhirnya akan mempertaruhkan persatuan bangsa. Berdasarkan argumentasinya itu, Paloh lantas memandang lebih baik tak perlu ada pemilu kalau berujung pada perpecahan bangsa.

"Terlalu pendek akal kita, terlalu tinggi nafsu kita, jika untuk memenangkan pemilu, kita harus mempertaruhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bagi saya pribadi, lebih baik tidak perlu ada pemilu kalau memang konsekuensi pemilu itu berujung pada perpecahan bangsa," katanya.

Simak Video 'Surya Paloh: Lebih Baik Tak Ada Pemilu Jika Berujung Perpecahan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT