Paripurna Resi Gudang Diperciki Lumpur Sidoarjo
Selasa, 20 Jun 2006 10:52 WIB
Jakarta - Sidang paripurna tentang Sistem Resi Gudang diwarnai sejumlah interupsi. Mulai dari lumpur panas di Porong, Sidoarjo, bencana kelaparan di Sikka, Flores, sampai perda bernuansa syariat Islam.Interupsi itu disampaikan hanya beberapa saat setelah sidang dibuka pukul 10.00 WIB di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/6/2006).Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo tidak mau ketinggalan. Dalam interupsinya ia mendesak pimpinan dewan membentuk tim yang menginvestigasi bencana kelaparan di Sikka, Flores dan luapan lumpur panas di Sidoarjo.Pembentukan tim ini merupakan bagian dari pengawasan DPR terhadap pemerintah."Kami minta pimpinan membentuk tim untuk melihat kenyataan yang ada di Sikka dan Sidoarjo," kata Tjahjo kepada pimpinan rapat Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar.Lumpur panas dengan bau menyengat yang meluap di Porong, Sidoarjo dianggap sudah sangat meresahkan. Ekonomi di kawasan itu juga lumpuh sejak lumpur menyembur lebih dari 3 minggu lalu.Sementara anggota DPR dari FPDS Carol Daniel Kadang meminta pimpinan dewan membacakan petisi 56 anggota DPR terkait perda yang dianggap bernuansa syariat."Sepengetahuan saya ada surat masuk dari 56 anggota DPR tentang perda yang kemungkinan inkonstitusional, tolong pimpinan membacakan itu," ujarnya.Menanggapi permintaan Carol, Muhaimin menyatakan, akan membahasnya lebih dahulu dalam rapat pimpinan pada Rabu besok.
(umi/)











































