Rumah Itu Menanti Amplop Rp 30 Juta
Selasa, 20 Jun 2006 10:50 WIB
Bantul - Gempa Yogya nyaris satu bulan berlalu. Namun banyak warga Bantul korban gempa masih bertahan di tenda-tenda di sekitar rumah mereka. Mereka masih belum memulai membangun rumah mereka yang telah rata dengan tanah. "Dapat uang dari mana, Mas. Lha wong kita nggak punya simpenan," ujar Pak Gandung (50), warga Dusun Kembangsongo, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul. Akhir kata, Gandung hanya mengandalkan bantuan pemerintah."Kita masih menunggu bantuan pemerintah yang katanya jumlahnya sampai Rp 30 juta itu," akunya.Nantinya, jika dana itu turun, dia akan membangun rumah dengan struktur yang lebih kuat. "Biar tahan gempa," alasannya.Hal senada juga diungkapkan Amri (20), warga Dusun Citrojayan, Desa Kembangsongo, Kecamatan Jetis, Bantul. "Boro-boro bikin rumah, buat makan saja hanya ngandalkan bantuan je," tuturnya dengan logat Yogyanya yang kental. Menurutnya, jika pemerintah hendak membantu membangun rumah, mendingan dalam bentuk uang saja. Biar mereka sendiri yang membelanjakan uang tersebut."Kalau berupa bahan bangunan dan tenaga, nggak enak, Mas. Entar model rumahnya sama semua dan nggak sesuai dengan selera kita," argumennya. Namun demikian Amri juga tidak menolak jika pemerintah memutuskan demikian. "Ya udah, nggak apa-apa. Entar kalau ada rezeki kita bisa menambah sendiri bangunan rumah sesuai dengan selera kita," ujarnya.Sementara itu, beberapa warga telah memulai membangun rumah mereka. Namun mereka hanya meneruskan pondasi yang sudah ada dengan memanfaatkan bahan bangunan milik mereka yang masih layak pakai seperti batu bata, genting dan kayu.
(nrl/)











































