Kasus Aniek-Andrea, Depresi Postpartum Hantui Ibu Melahirkan

- detikNews
Selasa, 20 Jun 2006 09:31 WIB
Jakarta - Melahirkan bak dua sisi mata uang. Satu sisi tentulah kebahagiaan. Sisi lainnya: cemas! Kecemasan macam apa yang membuat ibu melahirkan sampai menderita depresi postpartum? Apa gejalanya?Andrea Pia Yates membenamkan 5 anaknya dengan rentang usia 6 bulan hingga 7 tahun ke bak mandi hingga tewas pada 20 Juni 2001 di Texas, AS. Apa alasannya?"Saya ini ibu yang buruk. Saya ini iblis. Cara saya membesarkan mereka tidak akan menyelamatkan mereka. Mereka ditakdirkan binasa dalam api neraka," kata Andrea yang saat itu berusia 37 tahun.Perempuan kelahiran Houston lulusan SMA itu dinyatakan menderita depresi postpartum berat yang berulang-ulang sejak kelahiran anaknya yang keempat.Kisah Aniek Qori'ah Sriwijaya (31) di Bandung, Jawa Barat, hampir serupa, meski belum ada kepastian tentang penyakit apa yang dideritanya. Anak dokter dan lulusan Planologi ITB dengan IPK di atas 3 ini baru hanya diduga mengalami gangguan jiwa.Aniek membekap 3 anaknya dengan rentang usia 9 bulan hingga 6 tahun dengan bantal dan kasur hingga tewas pada 8-9 Juni 2006. Alasannya? Aniek takut tidak bisa membahagiakan anak-anaknya. Aniek bahkan kemudian heran, kok bisa dirinya membunuh anak-anaknya.Jika di Indonesia belum banyak analisa apalagi yayasan untuk depresi postpartum, lain halnya di luar negeri.Salah satunya American Psychiatric Association (APA). Presiden APA, Paul Appelbaum, dalam artikelnya di CNN 27 Juni 2001 memaparkan, depresi postpartum menimpa kondisi kejiwaan beberapa kaum ibu setelah melahirkan.Menangis tanpa alasan, mood yang cepat berubah dan cepat marah, atau "baby blues" dialami sekitar 70 persen perempuan setelah melahirkan. Bentuknya bukan depresi klinis dan biasanya berhenti setelah 2 minggu.Namun 10 hingga 20 persen ibu melahirkan didiagnosa menderita depresi postpartum. Dan 1 atau 2 dari 1.000 ibu akan mengalami sakit jiwa akibatnya. Salah satu bentuk kegilaannya adalah halusinasi pendengaran."Mereka mendengar suara-suara yang meminta mereka menyakiti diri sendiri atau bayi mereka. Atau mereka mendengar suara yang mengatakan bayinya milik iblis dan mereka harus membunuh bayinya untuk membunuh iblis," kata spesialis penyakit depresi postpartum ini.Ibu yang mengalami depresi postpartum memiliki 50 persen kemungkinan bertambah parah dengan kelahiran berikutnya. Ibu yang menderita berat akibat penyakit ini akan mempertimbangkan tidak lagi memiliki anak tambahan.Berikut beberapa gejala depresi postpartum:* Merasa tidak mampu mencintai bayi atau keluarga.* Perhatian maupun cemas secara berlebihan tentang bayi atau justru kurang perhatian maupun perasaan terhadap bayi.* Gelisah atau panik akan ada serangan-serangan.* Tidak bisa tidur atau justru banyak tidur.* Perubahan selera makan.* Marah terhadap bayinya, rekan-rekan, atau anggota keluarga lainnya.* Takut menyakiti bayi. Pikiran ini bisa jadi obsesif sehingga jadi takut ditinggal sendirian di dalam rumah bersama bayi.* Lekas marah. Foto: Andrea, suami dan anak-anaknya (bloggingbaby.com)

(nrl/)