Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling atau sampling acak bertingkat. Survei kali ini merupakan survei tahap ketiga yang dilakukan DTS sejak 28 Juni-8 Juli 2022.
DTS melibatkan sebanyak 2.059 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Tujuan survei tersebut ialah mengetahui preferensi masyarakat terhadap capres 2024 dan mengukur elektabilitas dari pada capres.
Dalam simulasi 3 nama pasangan duet Pilpres 2024, elektabilitas Anies-RK mengungguli 2 duet lainnya Ganjar-Erick Thohir dan Prabowo-Muhamini Iskandar. Berikut tingkat elektabilitas masing-asing duet Pilpres 2024:
Anies-RK 37,1% vs Ganjar-Erick Thohir 32,8% vs Prabowo-Muhamin Iskandar 16,2%
Anies-RK 38,4% vs Ganjar-Sandiaga 31,4% vs Prabowo-Muhaimin 16%
"Elektabilitas pasangan Anies-RK meningkat signifikan dibanding survei sebelumnya dan mengungguli 2 pasangan Ganjar-Erick dan Prabowo-Muhaminin Iskandar," ujar Direktur DTS Indonesia Ainul Huda yang disiarkan melalui aplikasi Zoom, Minggu (24/7/2022).
Ainul menyebut elektabilitas duet Ganjar-Erick Thohir disebut stagnan. Di sisi lain, elektabilitas duet Prabowo-Muhaimin Iskandar dinilai menurun.
"Elektabilitas pasangan Ganjar-Erick Thohir cenderung stagnan, di sisi lain elektabilitas pasangan calon cenderung menurun dalam dua survei terakhir," ucap Ainul.
Sementara itu, jika disimulasikan dalam 2 pasangan duet Pilpres 2024, Anies-RK tetap bertengger di posisi teratas. Elektabilitas keduanya tetap lebih tinggi dibanding Ganjar-Erick Thohir.
Berikut tingkat elektabilitas duet Pilpres 2024 dalam simulasi 2 pasangan:
Anies-RK 45,8% vs Ganjar-Erick Thohir 36%
Ainul menyebut elektabilitas Anies-RK dalam simulasi 2 duet Pilpres 2024 melambung. Sementara itu elektabilitas Ganjar-Erick Thohir justru mengalami penurunan.
"Elektabilitas pasangan calon Anies-RK rebound pada Februari-Juli 2022, sedangkan elektabilitas pasangan calon Ganjar-Erick Thohir mengalami sedikit penurunan pada periode yang sama," ujar Ainul. (rak/gbr)











































