Sekjen PKB: Koalisi PKB-Gerindra Paling Konkret, Capres-Cawapresnya Jelas

ADVERTISEMENT

Sekjen PKB: Koalisi PKB-Gerindra Paling Konkret, Capres-Cawapresnya Jelas

Wildan Noviansah - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 00:48 WIB
Hasanuddin Wahid
Foto: Hasanuddin Wahid (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menyebut koalisi PKB dan Gerindra memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) antara partai PAN, PPP dan Golkar. Salah satunya yakni kejelasan capres dan cawapres yang akan diusung.

"Kelebihan banyak (dari KIB). Tetapi yang paling konkret itu adalah kerjasama koalisi kita dengan Gerindra. Karena itu cerminan nasionalis-religius, sipil dan militer, kemudian sudah jelas siapa capres dan cawapresnya. Kalau parpol lain kan belum jelas, kita yang paling jelas," kata Hasanuddin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2022). Hal itu disampaikan Hasanuddin saat menjawab apa kelebihan dari KIB.

Hasanuddin mengatakan cerminan koalisi yang konkret ada di Gerindra dan PKB. Keduanya disebut memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Hasanuddin lantas mengajak parpol lain untuk bergabung bersama koalisi mereka karena dinilai sudah jelas

"Mau ngomong nasionalis-religius ada di Gerindra, mau ngomong sipil-militer ada di Gerindra-PKB. Mau ngomong tua berpengalaman dan muda berpengalaman ada di Gerindra dan PKB yang lain tidak berani sebut. Itu keunggulan koalisi kita, ayo bergabung dengan yang jelas-jelas, saja jangan bergabung dengan yang belum jelas," ujarnya.

Hasanuddin menuturkan, pihaknya juga membuka diri untuk parpol lain untuk berkoalisi. Dia menekankan PKB dalam hal ini tidak condong ke pihak manapun. Dia juga menyinggung soal parpol yang menolak untuk berkoalisi dengan partai lain.

"Kalau PKB tidak ada hambatan dengan Parpol apapun di negeri ini. PKB tidak punya hambatan apapun di negeri ini. Kita tidak ekstrem kanan atau ekstrem kiri. Sepanjang menjadikan pancasila sebagai dasar politiknya, dan diakui oleh KPU ikut kontestasi berarti dia adalah organisasi pemilu yang sah. Itu kita ajak berkoalisi, siapapun itu," kata dia.

"Kita lihat partai ada yang sama ini nggak mau, itu nggak mau sama yang ono. Di PKB bukan tidak mau sama yang ono dan ini, justru karena kita adalah perekat bangsa kita mau ada di semua itu, kita mau sama yang paling kanan dan kiri, kita justru bisa berkomunikasi," pungkasnya.

Simak wacana duet Prabowo-Cak Imin pada halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT