Jatim Ranking 3 Kelulusan UN
Senin, 19 Jun 2006 21:08 WIB
Jakarta - Pengumuman kelulusan ujian nasional (unas) bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) berlangsung, Senin (19/6/2006). Jatim berada di peringkat ketiga di Indonesia setelah Bali dan Yogyakarta.Demikian disampaikan Kepala Dinas P&K Jatim, Dr Rasiyo ketika ditemui di kantornya Jl Genteng Kali, Surabaya, Senin (19/6/2006).Ia mengatakan, tingkat kelulusan dan nilai rata-rata unas tahun ini meningkat cukup signifikan. Bila tahun lalu ketidaklulusan SMA mencapai 10 persen, sekarang hanya3,56 persen atau 7.409 dari 187.101 siswa yang mengikuti ujian nasional. Sementara untuk SMK, tahun lalu mencapai 20 persen sekarang hanya 4 persen (4.306) dari 107.651 siswa. Kebanyakan siswa yang tidak lulus itu berasal dari sekolah yangrata-rata muridnya kurang dari 20 siswa. Djelaskannya, siswa yang tidak lulus itu diberikan dua alternatif. Pertama, Dinas P&K akan mengadakan kejar paket C (pendidikan setingkat SMA). Kedua, siswa yang tidak lulus diharapkan mengulang pelajarannya lagi selama satu tahun. "Untuk siswa yang memilih mengikuti kejar paket C, tingkat kelulusannya mencapai 99 persen. Jadi siswa tidak perlu putus asa," ujarnya.Nilai rata-rata mata pelajaran tahun ini juga meningkat. Untuk program IPA mencapai 8,06, dibanding tahun lalu 7. Program IPS 7,55 tahun lalu 6,8, dan bahasa 8,01 dibanding tahun lalu 7. Sementara untuk SMK, 7,29 dibanding tahun lalu hanya 6,9.Kebupaten/Kota yang masuk dalam tiga besar berdasar nilai rata-rata, yakni untuk program IPA, Kabupaten Magetan, Ponorogo, dan Kabupaten Probolinggo. Untukprogram IPS Kabupaten Ponorogo, Probolinggo, dan Kabupaten Gresik. Program Bahasa, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Mojokerto. Sementara untuk SMK, Kabupaten Tuban, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Gresik.Berdasarkan jumlah kelulusan tertinggi di SMA, untuk program Bahasa sepuluh kabupaten/kota dinyatakan lulus semua. Yakni, Kabupaten Nganjuk, Probolinggo,Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Pamekasan, Gresik, Jombang, Kota Mojokerto, dan Kota Probolinggo. Program IPA, Kabupaten Ponorogo lulus semua, dan Kabupaten Pasuruan satu siswa dinyatakan tidak lulus. Sementara program IPS, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Sampang masing-masing satu siswa tidak lulus, Kabupaten Sumenep lima siswa tidak lulus.Untuk SMK di Kabupaten Pasuruan, dari 3.557 siswa yang mengikuti unas, empat di antaranya tidak lulus. Kabupaten Gresik dari 2.240 siswa, tiga di antaranyatidak lulus, sementara di Kab Bangkalan dari 455 siswa, satu dinyatakan tidak lulus.Siswa terbaik di Jatim, program IPA, yakni Dicky Kurniawan SMAN 5 Surabaya, M Zulfatul Ala SMAN 1 Probolinggo, dan Neni Pujiartanti SMAN 1 Lawang. Ketiganya mendapat nilai unas masing-masing 30. Untuk program IPS, Feri Herdinansyah Jakfar SMAN 1 Pasuruan, Iksan Novianto SMAN 2 Ponorogo, dan Mawan Dwiono SMAN 2 Ponorogo, masing-masing mendapat nilai 29,80. Program Bahasa, Vika Megawati dengan nilai 29,60, Bunga Citra Aru Nursifani SMAN 8 Malang mendapat nilai 29,40 dan Kholili dari SMAN 1 Bangil mendapat 29,39.Di Surabaya, tingkat kelulusan tahun ini juga meningkat. Dari 22.000 siswa SMA dan SMK di Surabaya, tingkat kelulusan sekitar 96 persen. Tahun lalu siswa yang tidak lulus mencapai 6 persen dan sekarang turun menjadi 4 persen.
(ahm/)











































