Kamar Mandi Dilarang Menghadap Sungai Musi

Kamar Mandi Dilarang Menghadap Sungai Musi

- detikNews
Senin, 19 Jun 2006 20:08 WIB
Palembang - Saat ini warga yang menetap di tepian Sungai Musi, tidak dapat lagi mandi danmencuci secara terbuka di sungai Musi. Sebab, Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman meminta semua rumah yang berada di pinggiran sungai Musi, berandanya harus menghadap ke Sungai Musi. Artinya, dapur dan kamar mandi dilarang menghadap Sungai Musi. "Soal biaya perubahan bentuk bangunan rumah akan dibiayai Pemerintah Sumsel melalui APBD," kata Syahrial Oesman, saat memberi sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Palembang dalam HUT ke-35 Hari Jadi Kota Palembang ke-1.323, di gedung DPRD Palembang, Jalan Sekanak, Palembang, Senin (19/6/2006). Syahrial menjelaskan, penyelesaian perubahan bentuk rumah di tepian Sungai Musi tersebut, ditargetkan hingga akhir 2008 dan dananya diambil dari APBD Palembang dan APBD Sumsel. Di sisi lain, lanjut Syahrial, pada tahun 2008 Sumsel harus menjadi wisata sungai. "Kita harus bersama-sama membangunnya, seperti perbaikan rumah di tepian Sungai Musi itu," katanya. Menanggapi hal tersebut, sebagian warga Palembang setuju dengan permintaan Syahrial Oesman supaya teras atau beranda rumah di tepian sungai Musi, menghadap ke sungai yang panjangnya sekitar 450 kilometer itu. "Itu artinya kami tidak lagi mandi dan mencuci di Sungai Musi. Kami setuju Tapi,pemerintah juga harus menjamin bahwa aliran air bersih buat kami terjamin, sehingga kami dapat mandi di darat," kata Nungcik, warga 5 Ulu, Palembang. Menurut Nungcik, sebenarnya keluarga sudah merasa tidak nyaman lagi mandi di Sungai Musi. "Sekarang ini airnya mulai kotor, berminyak, dan berbau, tidak seperti dululagi. Kami mau saja teras rumah kami menghadap sungai, tapi selain adanya bangunan juga air bersih juga dijamin," pintanya lagi. Sementara Nanang, warga 7 Ulu, setuju saja dengan usulan Syahrial Oesman tersebut."Asal bantuan diberikan secara langsung. Jangan melalui pihak kedua, nanti bahanyang dibelike jelek, seperti bantuan rumah rakyat dulu kayunya jelek dan tahun ini sudah rusak," sesalnya. (ahm/)


Berita Terkait