Jateng Minta Transmigran Terkatung-katung di Sultra Dipulangkan

Jateng Minta Transmigran Terkatung-katung di Sultra Dipulangkan

- detikNews
Senin, 19 Jun 2006 17:58 WIB
Semarang - Pemprov Jateng jengkel karena 38 KK transmigrannya terkatung-katung di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Mereka minta pemerintah setempat memulangkan transmigran tersebut."Kami sudah mengirimkan surat ke pemerintah pusat dan Pemkab Konawe Selatan. Kalau ada program pemulangan transmigran kami mohon seluruh biaya ditanggung pemerintah pusat dan pemerintah setempat,"kata Kepala Disnakertrans Jateng Srimoyo Tamtomo di kantornya, Jl. Pahlawan,Semarang, Senin (19/6/2006).Sebanyak 38 KK dari 50 KK yang dikirim ke Sultra 6 bulan lalu hingga kini masih terlunta-lunta di DPRD setempat setelah sempat mengungsi di Wisma Transito Lepo-lepo. Mereka tak mau menempati rumah dan menggarap lahan karena kawasan tersebut digenangi banjir setinggi satu meter.Di lokasi transmigrasi, warga asal Brebes (9 KK), Kudus (5 KK), Pekalongan (5 KK), Kendal (21 KK), dan Tegal (10 KK) itu menempati rumah dan pekarangan seluas 2.500 meter persegi serta lahan seluas 7.500 meter persegi.Selain mengirim surat, Disnakertrans Jateng juga telah mengirim perwakilan ke lokasi transmigrasi. Pemerintah setempat memang berjanji akan merelokasi transmigran, namun janji itu tak kunjung direalisasi."Itu kan berarti mereka (pemerintah Sultra) mengacaukan program transmigrasi. Kalau memang tidak ditangani, silakan dipulangkan. Kami siap menerimanya," lanjut Srimoyo.Meski demikian, mantan Kepala BIKK Jateng ini menegaskan, keputusan pulang atau tidaknya sepenuhnya tergantung para transmigran sendiri. Jika mereka memang masih mau tinggal di lokasi transmigrasi, Disnakertrans tak akan mencegah."Tapi dari kunjungan perwakilan kami kesana para transmigran itu ingin pulang ke Jateng. Kabarnya, mereka sudah tak tahan kalau harus menunggu realisasi relokasi," katanya.Tahun ini, sebanyak 4.500 warga Jateng siap bertransmigrasi. Namun karena harus menyesuaikan kuota, Disnakertrans hanya akan memberangkatkan 717 orang. Mereka disebar di 17 provinsi antara lain Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan lain-lain. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads