RI Belum Pastikan WNI di Thailand Terlibat GAM & Teroris
Senin, 19 Jun 2006 17:38 WIB
Jakarta - Hingga kini pemerintah belum bisa memastikan apakah Sabri Amiruddin mantan pemasok senjata ke GAM sebelum adanya MoU Helsinki. Pemerintah juga belum tahu apakah Sabri terlibat terorisme di Thailand atau Indonesia."Itu dari sinyalemen kan belum jelas faktanya. Faktanya baru bahwa dia memiliki bahan-bahan untuk membuat bom. Kita belum memiliki data. Ini masih jauh tergantung pemeriksaan pemerintah Thailand untuk mengungkapnya lebih jauh," jelas Kepala Desk Koordinasi Penanggulangan Teroris Kementerian Polhukam Ansyaad Mbai.Ansyaad mengungkapkan hal itu di ruang kerjanya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (19/6/2006).Menurut Ansyaad, hingga kini keterlibatan Sabri dalam tindak teroris atau tidak memang belum jelas. Namun bila ia ditangkap dan memiliki bahan pembuat bom, ada kemungkinan ia terlibat.Mengenai adanya informasi keterlibatan Sabri sebagai penyuplai dana untuk GAM, Ansyaad mengatakan, dari pengalaman di zaman sebelum penandatanganan MoU Helsinki, memang pernah terungkap bahwa penyuplai jaringan senjata untuk GAM datang dari Thailand Selatan. Saat itu anggota jaringan ditangkap kepolisian Malaysia."Kalau dikaitkan kemungkinan dengan jaringan terorisme memang ada kemungkinan," katanya.Ada dua indikasi yang mengarah ke sana. Pertama bom Bali, di mana perencanaan awalnya dilakukan di Thailand Selatan. Indikasi kedua, Hambali ternyata juga bersembunyi dan ditangkap di sana."Jadi keterkaitan dengan masalah terorisme cukup beralasan," ujar dia.Kalaupun terlibat terorisme, imbuh Ansyaad, harus dilihat apakah terlibatnya di Indonesia atau di Thailand."Kalau di sana itu urusan kepolisian di Thailand, tapi Polri bisa diminta kerjasama melalui mekanisme ASEAN," ujarnya.Namun ia kembali menegaskan, pemerintah belum mengetahui keterlibatannya secara pasti. Diakui Ansyaad, 2 tahun lalu, pemerintah Thailand pernah mengirim surat dan mengutus tim khusus ke Indonesia untuk menanyakan beberapa mahasiswa Thailand yang mendapatkan pelatihan teroris di Indonesia. Namun itu tidak bisa dibuktikan dan pemerintah Thailand khawatir dengan hal itu.
(umi/)











































