ADVERTISEMENT

Lagu Halo-Halo Bandung Diciptakan oleh Ismail Marzuki, Kenali Sosoknya

Syena Meuthia - detikNews
Jumat, 22 Jul 2022 21:58 WIB
Lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki. Nama Ismail Marzuki juga diabadikan sebagai pusat kesenian di Cikini, Jakarta Pusat.
Lagu Halo-halo Bandung Diciptakan oleh Ismail Marzuki, Kenali Sosoknya (Foto: Rima Olyvia/detikcom)
Jakarta -

Lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki. Untuk mengenang jasanya, nama Ismail Marzuki juga diabadikan sebagai tempat pusat kesenian di Cikini, Jakarta Pusat, yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM).

Lantas, bagaimana sosok Ismail Marzuki semasa hidupnya? Simak informasi di bawah ini.

Lagu Halo-Halo Bandung Diciptakan Oleh Ismail Marzuki, Ini Profilnya

Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki. Dikutip dari lama Ensiklopedia Jakarta, Ismail Marzuki lahir di Kampung Kwitang, Jakarta, 11 Mei 1914 dan meninggal di Jakarta, 25 Mei 1958.

Ismail Marzuki dikenal sebagai tokoh musik Indonesia. Ia adalah seorang komponis dari suku Betawi asli yang mempunyai panggilan Bang Ma'ing. Sebagai tokoh musik Indonesia, Ismail Marzuki berprofesi pencipta lagu dan musikus yang sering tampil sebagai pemain orkes atau penyanyi.

Karir musik Ismail Marzuki diawali sebagai anggota grup musik Lief Java pimpinan Hugo Dumas, sebuah orkes terkenal di zaman Belanda, yang sempat melawat ke Malaya. Kemudian, beberapa jasanya dalam dunia musik tercatat sebagai berikut.

  • Bergabung dalam siaran NIROM (Nederlands Indische Radio Omroep Maatschappy) yang berdiri tahun 1934
  • Memimpin Orkes Studio Jakarta, membentuk Orkes Studio Bandung (1936-1937) dan Hoso Kanri Kyoku di zaman Jepang
  • Memimpin Orkes Studio Jakarta di zaman kemerdekaan.
Lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki. Nama Ismail Marzuki juga diabadikan sebagai pusat kesenian di Cikini, Jakarta Pusat.Lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki. Ini patung Ismail Marzuki. (Foto: Rima Olyvia/detikcom)

Ismail Marzuki Ciptakan 202 Judul Lagu

Pada tahun 1931, Ismail Marzuki mulai menciptakan lagu O Sarinah yang menggambarkan suatu kondisi kehidupan bangsa yang tertindas. Kemudian, salah satu lagu ciptaan Ismail Marzuki bertema nasionalisme adalah Halo-halo Bandung yang ditulisnya pada tahun 1945.

Adapun lagu-lagu ciptaannya yang bertema nasionalisme, antara lain:

  • Rayuan Pulau Kelapa (1944)
  • Gugur Bunga (1945)
  • Selendang Sutera (1946)
  • Sepasang Mata Bola (1946)
  • Melati di Tapal Batas (1947)

Lagu-lagu perjuangannya ini sangat manusiawi, merupakan catatan revolusi yang mengharukan, dan menggambarkan aneka tokoh manusia Indonesia yang serempak berjuang mempertahankan setiap jengkal tanah airnya. Bahkan, Ismail Marzuki juga menuliskan beberapa lagunya dalam bahasa Belanda.

Lagu ciptaannya dalam bahasa Belanda, Als De Orchedeen Bloeien, terkenal serta sukses di luar negeri. Lagu Rayuan Pulau Kelapa juga mendapatkan Piagam Wijaya Kusuma tahun 1964, dan masih banyak lagi lagu-lagu yang diciptakannya menjadi terkenal sewaktu masa revolusi.

Bukan hanya menciptakan lagu semangat untuk revolusi, Ismail Marzuki juga menciptakan lagu- lagu yang bersifat melodius, pesimistis, melankolis tetapi tidak cengeng. Beberapa judul lagu ciptaannya ini antara lain:

  • Oh Sarinah
  • Olele Kotaraja
  • My Hulla Girl
  • Dari Jaman Belanda
  • Bunga Mawar dari Kayangan untuk film Terang Bulan
  • Bandar Jakarta
  • Panon Hideung (yang ditujukan untuk istrinya)

Ismail Marzuki Dinobatkan sebagai Pahlawan

Ismail Marzuki pernah menempuh pendidikan di HIS Idenburg Menteng. Kemudian, ia melanjutkan ke MULO di Jl. Menjangan Jakarta.

Sebagai anak Betawi, ia memperoleh pendidikan Agama di Madrasah Unwanul Wustha. Bahkan, Ismail Marzuki juga mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun 2004.

Sejarah Lagu Halo-halo Bandung

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Daerah Bandung, lirik lagu Halo-halo Bandung berangkat dari kisah Ismail Marzuki yang sempat mengungsi ke Bandung bersama istrinya, Eulis Zuraidah. Hal itu dilakukan demi menghindari pendudukan tentara Inggris dan Belanda di Jakarta.

Tidak lama setelah mereka menetap di Bandung, terbit ultimatum dari pihak Inggris yang memerintahkan pihak tentara pejuang Indonesia untuk segera meninggalkan kota kembang ini. Ultimatum tersebut direspon pihak pejuang Indonesia dengan sengaja membakar rumah dan gedung di penjuru wilayah selatan kota Bandung sebelum mereka meninggalkan kota pada 24 Maret 1946.

Peristiwa itu dikenal sebagai Bandung Lautan Api. Karena peristiwa itu, Ismail Marzuki menulis lirik lagu Halo-halo Bandung.

Lirik lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki beserta masukan dari para pejuang Indonesia. Saat itu, mereka bersama-sama mengubah dua baris terakhir dari lirik lagu "Hallo Bandung" menjadi lebih patriotis dan membakar semangat perjuangan.

Dikutip dari laman Pemda Bandung, lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki sebagai dorongan dirinya untuk menciptakan lagu berbahasa Sunda. Ia juga menciptakan beberapa lagu lainnya, seperti "Bandung Selatan di Waktu Malam" dan "Saputangan dari Bandung Selatan".

Demikian informasi lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki lengkap dengan sejarah di balik lagu nasional tersebut. Semoga bermanfaat!

(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT