Setengah Nuklir di Dunia Milik Teroris

Setengah Nuklir di Dunia Milik Teroris

- detikNews
Senin, 19 Jun 2006 15:30 WIB
Jakarta - 27 Ribu senjata nuklir telah beredar di dunia dan sebagian dimiliki teroris. AS dan Rusia yang paling banyak memiliki senjata mematikan ini didesak mengurangi produksinya."Jika negara-negara itu mengurangi senjata nuklirnya, maka akan membawa dampak terhadap negara lain untuk juga mengurangi dan tidak memiliki senjata nuklir," kata Direktur Komisi Senjata Pemusnah Massa Hans Blix.Mantan Ketua Lembaga Pelucutan Senjata Nuklir (IAEA) PBB itu menyampaikannya dalam seminar tentang senjata nuklir, biologi dan kimia di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Senin (19/6/2006).Hans menambahkan, dunia harus bebas dari senjata nuklir karena konsekuensinya yang dahsyat lantaran mengikutsertakan orang tidak bersalah menjadi korban.Mengenai bisnis nuklir Iran, Hans menilai seharusnya Iran membeli teknologi nuklir untuk keperluan listriknya dari negara lain. Hal ini untuk menghilangkan kecurigaan negara lain bahwa pengayaan uraniumnya digunakan untuk keperluan militer."Negosiasi harus berlanjut, tapi juga harus ada ketegasan dari AS untuk tidak menyerang negara Iran," tegas Hans.Sementara pengamat Dewi Fortuna Anwar mengatakan, selama ada negara yang memiliki senjata nuklir, maka selalu ada negara lain yang tidak memiliki senjata nuklir untuk berhasrat memiliki teknologi tersebut."Kita ingin iklim internasional melihat senjata nuklir sebagai sesuatu yang tidak perlu dimiliki umat manusia," katanya. (umi/)


Berita Terkait