Penambangan Pasir Lereng Merapi Masih Terus Berjalan
Senin, 19 Jun 2006 15:23 WIB
Klaten - Meskipun muntahan material panas dari puncak Merapi sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa, namun aktivitas warga melakukan penambangan pasir masih terus berjalan. Kebutuhan hidup sehari-hari yang digunakan sebagai alasan. Hingga Senin (19/6/2006) siang, belasan orang masih terlihat melakukan penambangan pasir di Kali Woro. Padahal Kali Woro adalah salah satu lokasi berbahaya untuk aktivitas apapun karena sering menjadi tempat luncuran awan panas dan lava pijar mengarah. Beberapa truk pengangkut juga terlihat terparkir di lokasi penambangan menunggu antrean untuk diisi. Sedangkan penggalian pasir dilakukan secara manual oleh belasan warga karena aparat melarang mesin backhoe masuk areal penambangan pasir. Secara resmi Pemerintah telah melarang aktivitas penambangan pasir di Merapi seiring dengan peningkatan akitivitas gunung tersebut. Namun rupanya larangan tidak diabaikan saja oleh sebagian warga. Karjo, salah satu penambang di Kali Woro tersebut, mengatakan menyadari sepenuhnya resiko yang dihadapi dengan aktivitasnya itu. Namun dia mengaku terpaksa melakukan untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari. "Dengan cara manual menggunakan alat seadanya seperti ini penambangan berjalan cukup lama. Hasilnya juga tidak seberapa tapi kami harus tetap melakukan untuk kebutuhan hidup kami sekeluarga setiap harinya," ujar warga Desa Balerante tersebut. Pemandangan berbeda ditemukan di Desa Sidorejo. Aktivitas penambangan pasir di desa tersebut benar-benar telah dihentikan oleh warga. Mereka takut mengambil resiko terkena muntahan meterial panas dari puncak Merapi yang bisa saja sewaktu-waktu turun tanpa bisa diprediksi.
(jon/)











































