Aniek, Sarjana ITB Peneliti Angkot
Senin, 19 Jun 2006 15:21 WIB
Jakarta - Aniek Qori'ah Sriwijaya (31) dikenal sebagai sosok yang cerdas oleh teman-teman kuliahnya di Planologi ITB. Wajarlah jika anak seorang dokter bedah ini berhasil menggondol IPK di atas 3, prestasi luar biasa di sekolah tinggi sekelas ITB. Selain IPK, masih ada jejak kuliah Aniek lainnya yang cukup menarik, yaitu skripsinya. Tugas akhir perempuan yang kini menghuni sel Mapolresta Bandung Timur karena disangka membunuh 3 anak kandungnya itu, bisa diakses oleh publik lewat internet.Aniek menjuduli skripsinya Simulasi Tundaan Pergerakan Mobil Pribadi yang Terjadi Ketika Aangkutan Uum Berhenti . Skripsi semacam ini masuk kategori perencanaan transportasi dan prasarana. Planologi memang merupakan bidang studi yang mempelajari ilmu tata kota.Untuk menyelesaikan risetnya, Aniek harus berurusan dengan angkutan kota (angkot). Dalam skripsinya, dia menyatakan, angkutan umum sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat kota dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kota pada umumnya. Keberadaan angkutan umum sangat dibutuhkan tetapi apabila tidak ditangani scara baik dan benar, merupakan masalah bagi kehidupan kota. Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh angkutan umum adalah kemacetan yang terjadi ketika angkutan umum berhenti untuk menaikkan, menurunkan atau menunggu penumpang. Pada dasamya, kemacetan merupakan masalah tundaan gerak yang dialami oleh pengguna jalan yang sedang melakukan perjalanan. "Studi ini ingin mempelajari tundaan pergerakan mobil pribadi khususnya stopping delay yang diakibatkan oleh berhentinya angkutan umum untuk menaikkan, menurunkan atau menunggu penumpang. Untuk keperluan tersebut, diambil wilayah studi Jalan Jendral A Yani pada satu segmen pengamatan tertentu," begitu antara lain summary skripsi Aniek. Aniek menulis, tundaan pergerakan mobil pribadi ini dipelajari dengan membandingkan tundaan yang ditimbulkan oleh angkutan kota dan bus kota. Karena kedua jenis kendaraan tersebut mempunyai perbedaan karakteristik antara lain dari sisi ukuran dan kapasitasnya. Studi tersebut dilakukan dengan pendekatan simulasi komputer, karena kasus tundaan angkutan umum terhadap pengguna lain ini bersifat dinamik dan probabilistik. Bagaimana hasil riset Aniek ini? Disebutkan, hasil studi tersebut memperlihatkan perbandingan besarnya tundaan pergerakan mobil pribadi yang ditimbulkan oleh bus kota dengan tundaan pergerakan mobil pribadi yang ditimbulkan oleh angkutan kota selama satu jam pengamatan dengan interval waktu antara kedatangan bus kota 60 detik yang setara dengan interval kedatangan angkutan kota 10 detik. Didapat bahwa tundaan yang ditimbulkan oleh bis kota sebesar 4619.1 detik dan tundaan angkutan kota sebesar 622.7 detik. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor rata-rata lama berhenti bis kota yang lebih lama dibandingkan dengan angkutan kota, kecepatan bis kota yang lebih rendah dan batas headway minimum yang diperlukan oleh kendaraan lain untuk mendahului bis kota lebih panjang dibandingkan dengan headway minimum yang diperlukan oleh kendaraan lain untuk mendahului angkutan kota.
(nrl/)











































