ADVERTISEMENT

Rektor UHO Kendari Buka Suara soal Profesor Diduga Lecehkan Mahasiswi

Antara - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 16:31 WIB
Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sultra.
Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sultra. (Nadhir Attamimi/detikSulsel)
Kendari -

Pihak Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menegaskan bahwa perguruan tinggi akan menjamin keberlanjutan kuliah mahasiswi yang diduga menjadi korban tindakan asusila dari seorang oknum dosen berinisial B.

Rektor UHO Kendari Prof. Muhammad Zamrun Firihu mengatakan kepastian tersebut merujuk pada Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

"Di dalam Permendikbud Ristek itu disampaikan bahwa kita harus menjamin hak keberlanjutan kuliah yang bersangkutan, tidak usah khawatir," katanya ditemui di Gedung Pascasarjana, Kendari, seperti dilansir Antara, Kamis (21/7/2022).

Dia mengatakan, universitas sudah menerima laporan dari korban yang diterima pada Rabu (20/7) sore. Pihaknya juga siap memberikan pendampingan kepada korban berupa konseling maupun secara psikologis dengan ketentuan adanya persetujuan dari korban.

Sementara itu, dari sisi oknum dosen terduga pelaku asusila, pihak universitas juga menyampaikan bisa memberikan bantuan hukum jika yang bersangkutan bersedia merujuk pada Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021.

"Kita bisa melakukan bagian pendampingan bisa konseling, advokasi dan bahkan bisa saja bantuan hukum, tapi itu atas persetujuan yang bersangkutan, tidak serta merta perguruan tinggi langsung mengambil sikap, jadi kita harus ada persetujuan yang bersangkutan," ujar dia.

Rektor dua periode ini mengatakan akan meminta disposisi laporan dari mahasiswi tersebut ke Dewan Kode Etik dan Disiplin di bawah koordinasi Wakil Rektor II.

Dia menegaskan, jika terbukti melakukan perbuatan tak senonoh kepada mahasiswi, oknum dosen tersebut akan mendapat sanksi administratif berupa sanksi ringan, sedang, bahkan bisa diberhentikan dari PNS.

"Di dalam Permendikbud Ristek ada sanksi administratif. Sanksi ringan itu berarti kita beri teguran tertulis dan juga memberikan pernyataan secara tertulis untuk tidak diulangi, sanksi sedang kalau dia misalnya pejabat kita berhentikan dari jabatannya dan sanksi paling beratnya bisa saja diberhentikan dari PNS," ujar Rektor.

Ia meminta jika ada mahasiswi lain yang mendapat tindakan serupa agar tidak segan-segan melapor ke Rektorat dengan jaminan identitas pelapor akan dirahasiakan. Selain itu, dia mengingatkan agar urusan perkuliahan tidak diselesaikan di luar kampus.

"Memang sebenarnya antara dosen dan mahasiswa ataupun siapa saja kalau bisa jangan berinteraksi di luar kampus, itu ada diatur di dalam Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021," jelas dia.

Rektor ini juga mengimbau dosen dan mahasiswa tenaga kependidikan agar mematuhi aturan yang sudah ada serta dijalankan sesuai dengan tupoksi masing-masing, serta selalu menjaga nama baik Universitas Halu Oleo.

"Hampir setiap saat saya selalu wanti-wanti di dalam setiap sambutan, di pelantikan organisasi kemahasiswaan, pejabat lingkup kampus, wisuda, saya sampaikan tolong jaga nama baik Universitas Halu Oleo karena kita hidup di sini sampai kita pensiun, makanya tolong jaga nama baik Universitas Halu Oleo," kata Prof Zamrun.

Sebelumnya, seorang mahasiswi di salah satu fakultas di Universitas Halu Oleo (UHO) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya.

Terduga pelaku melakukan tindakan pelecehan dengan meminta korban mendatangi kediamannya untuk membawa rekap nilai.

Di rumah terduga pelaku itulah korban kemudian dilecehkan dengan dicium secara paksa pada beberapa bagian wajah, jidat, pipi, dan mulut.

Korban langsung melaporkan kejadian yang dialami ke Polresta Kendari yang tertuang dalam Laporan Pengaduan (LP) Nomor : B/789/VII/2022/Reskrim, tertanggal 18 Juli 2022.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi membenarkan laporan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum Dosen UHO berinisial B sesuai laporan korban.

"Benar, laporannya ada dan terlapor akan segera dilakukan pemanggilan," jelasnya.

Simak juga 'Pria yang Hendak Lecehkan Wanita di KRL Jakarta-Bogor Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT