ADVERTISEMENT

Anggota IDI Tangsel Ragukan S2 Ketua Terpilih: Gelarnya Tak Meyakinkan

Khairul Maarif - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 15:22 WIB
Doctor using a digital tablet. Technology and medicine concept
Ilustrasi dokter (Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexRaths)
Jakarta -

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang Selatan (Tangsel) Bambang Eka mengajukan surat petisi ke Dewan Pembina IDI Tangsel. Surat tersebut diajukan untuk mempertanyakan keabsahan gelar magister Ketua IDI Tangsel terpilih Fajar Sidiq.

"Saya dr Bambang Eka atas nama teman-teman anggota IDI Tangsel mengajukan surat pernyataan atau petisi mengenai gelar kelulusan S2 yang tidak sesuai dengan aturan pendidikan nasional Republik Indonesia yang awalnya adalah kita melihat di medsos pada 28 Juni 2022 bahwa Ketua IDI Tangsel yang terpilih gelarnya tidak meyakinkan," ujar Bambang Eka kepada wartawan, Kamis (21/7/2022).

Bambang mengatakan mendapatkan dokumen yang menyebut Fajar Sidiq sudah mengundurkan diri dari S2 pada 2012. Dia pun meragukan gelar S2 Fajar Sidiq.

"Dikatakan di situ beliau mengundurkan diri dari S2-nya, yaitu kajian administrasi rumah sakit," ujarnya.

"Kemudian kami merasa terpanggil sesuai anggaran dasar rumah tangga IDI 2018 kami sebagai anggota mempunyai hak, hak bertanya, baik lisan maupun tulisan, mengenai komtabilitas daripada gelar S2 teman sejawat kami dokter Fajar," imbuh Bambang.

Dia enggan menyimpulkan ijazah yang digunakan Fajar itu bodong. Namun dia berharap keabsahan ijazah itu bisa ditinjau ulang agar meyakinkan.

"Tidak sesuai dengan apa yang didokumentasikan di perguruan tinggi (PT) karena kan dokumen ini dari PT dari Kemendikbud tidak sesuai dikatakan di sini sudah mengundurkan diri tetapi sudah dicantumkan (gelar magister) di dalamnya," ucapnya.

Dia mengatakan petisi ke Dewan Pembina IDI Tangsel merupakan langkah awal. Bambang mengaku siap memberikan klarifikasi jika diminta oleh pihak IDI.

"Kami melakukannya secara internal dahulu, yaitu melayangkan dokumen atau temuan ini ke Dewan Pembina IDI Tangsel dan kami tembuskan juga kepada IDI Banten dan juga kepada IDI pusat di Jakarta. Kami akan lihat ditindaklanjuti atau tidak yang kami sampaikan dan kami siap memberikan klarifikasi temuan kami kepada kepada Dewan Pertimbangan IDI Tangsel maupun pusat," ucapnya.

detikcom telah menghubungi Fajar Sidiq terkait keraguan Bambang soal gelar S2-nya. Namun Fajar Sidiq belum memberikan respons.

Simak juga 'Temui Menkumham, PDSI Tandingan IDI Bahas Revisi UU Kedokteran':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT