Kubah Lava Baru Merapi Dipantau

Kubah Lava Baru Merapi Dipantau

- detikNews
Senin, 19 Jun 2006 12:40 WIB
Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi pascaluncuran awan panas besar sejauh 7 km pada 14 Juni 2006 lalu.Perkembangan kubah lava baru Merapi pascaruntuhnya kubah lava 2006 dan Gegerboyo pun terus dipantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK)."Trennya masih tinggi dan belum ada penurunan, seperti yang ditunjukkan dari hasil pengamatan visual maupun data kegempaan, sehingga status Awas tetap dipertahankan," kata Kepala Seksi Merapi, Subandriyo di kantor BPPTK, Jl Cendana, Yogyakarta, Senin (19/6/2006).Dituturkan dia, berdasarkan laporan petugas di pos pengamatan, data kegempaan masih tinggi, terutama didominasi adanya guguran lava pijar dan awan panas. Saat ini arah guguran lava pijar dan awan panas masih dominan mengarah ke selatan masuk hulu Kali Gendol. Ke arah Kali Gendol, jarak luncuran saat ini maksimal sekitar 3 km. Sedangkan ke arah Kali Krasak di sektor barat daya mencapai 2,5 km.Dominannya arah guguran lava pijar ke selatan lantaran di sektor selatan sudah tidak ada dinding yang jadi penahan. Gegerboyo yang selama ini menjadi penahan sudah runtuh pada 4 Juni lalu. Sedang kubah lava 2006 juga runtuh pada 14 Juni."Dengan demikian lava pijar yang keluar langsung turun, masuk ke jalur sungai yang sudah ada tanpa ada halangan lagi," kata Subandriyo.Dia mengatakan pihaknya belum bisa mengamati secara jelas pertumbuhan kubah baru karena ketinggiannya masih rendah dan berada di cekungan di pelataran Gendol. Adanya kubah baru yang muncul menunjukkan suplai dari dapur magma masih terus terjadi. Hanya saja berapa volume kubah baru yang muncul tersebut, sampai sekarang belum dapat dihitung. (sss/)


Berita Terkait