Inggris Tolak Komentari Ba'asyir

Inggris Tolak Komentari Ba'asyir

- detikNews
Senin, 19 Jun 2006 12:17 WIB
Jakarta - Berbeda dengan pemerintah Australia, pemerintah Inggris menolak berkomentar soal dibebaskannya Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir.Hal ini ditunjukkan dari sikap Dubes Inggris untuk Indonesia Charles Humprey usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (19/6/2006).Humprey mengelak berkomentar soal Ba'asyir dengan alasan kedatangannya tidak terkait dengan urusan politik, tapi bisnis. "Saya tidak tertarik menjawab soal Ba'asyir," cetus dia.Humprey mengaku, ia tidak diberi kewenangan oleh pemerintahnya untuk menjawab pembebasan Ba'asyir. Sebelumnya PM Australia John Howard mengecam pemerintah RI yang membebaskan Ba'asyir yang sudah 2,5 tahun mendekam di LP Cipinang.Humprey menuturkan, kedatangannya ke kantor Wapres hanya untuk kepentingan komersial, yakni menindaklanjuti pertemuan Presiden SBY dengan PM Inggris Tony Blair beberapa waktu lalu soal investasi bidang pertambangan dalam bentuk nikel dan logam di Pulau Sulawesi.Perusahaan dari Inggris yang bersedia menanamkan investasi miliaran dolar AS, menurut Humprey, adalah Rio Tinto. Namun pengusaha Indonesia juga akan diikutsertakan dalam proyek ini."Pelaksanaan proyeknya dalam waktu beberapa tahun ini. Kemungkinan akan membuka lapangan kerja sampai 5.000 orang, di antaranya orang teknik, pengajar dan tenaga profesional lainnya," ujar dia. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads