Penjagaan Superketat, Mbah Marijan Sulit Ditemui

Penjagaan Superketat, Mbah Marijan Sulit Ditemui

- detikNews
Senin, 19 Jun 2006 11:59 WIB
Jakarta - Pascaluncuran lahar dan awan panas yang meluluhlantakkan kawasan wisata Kaliadem dan hutan wisata Bebeng, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 14 Juni lalu, penjagaan menuju kawasan tersebut sangat ketat.Akibat ketatnya penjagaan, untuk menemui juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan juga sangat sulit. Sebab rumah Mbah Marijan hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi bencana di Kaliadem, termasuk daerah yang dilarang untuk dikunjungi.Seperti pantauan detickom, Senin (19/6/2006), untuk mengunjungi Mbah Marijan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, sedikitnya harus melewati 3-4 pos penjagaan yang dijaga ketat.Pos penjagaan pertama berada di perempatan Balai Desa Umbulharjo. Di lokasi tersebut dijaga warga, hansip dan sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Cangkringan.Bila lolos pada penjagaan pertama ini, ada pemeriksaan ketat lagi di pertigaan Dusun Ngrangkrah, Umbulharjo. Pertigaan jalan Ngrangkrah ini bila lurus masuk Dusun Kinahrejo, namun bila belok kanan akan masuk ke Dusun Ngrangkah. Untuk menuju Dusun Ngrangkah, jalan aspal tertimbun longsoran lahar.Penjagaan di pertigaan Dusun Ngrangkah dilakukan oleh Satpol PP, warga dan kepolisian. Bila di pos ini bisa lolos lagi, masih ada pos penjagaan di depan rumah Mbah Marijan, belakang rumah Mbah Marijan dan satu lagi penjagaan di pos jalur pendakian ke puncak Gunung Merapi.Keterlibatan warga dalam penjagaan hanya untuk memastikan bahwa yang diperbolehkan masuk kawasan tersebut warga Dusun Kinahrejo. Selain warga, yang diperbolehkan masuk adalah aparat keamanan, petugas kesehatan, Tim SAR dan pejabat terkait. Para jurnalis yang ingin bertemu dengan Mbah Marijan maupun akan meliput suasana Kaliadem dan Bebeng pascabencana tidak diperkenankan masuk. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads