Diagnosis Dokter soal Bocah Meninggal Depresi Usai Dipaksa Cabuli Kucing

ADVERTISEMENT

Diagnosis Dokter soal Bocah Meninggal Depresi Usai Dipaksa Cabuli Kucing

Deden Rahadian - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 11:18 WIB
Tasikmalaya -

Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten eksplisit tentang perundungan ekstrem yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.

Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungkap penyebab kematian bocah yang di-bully dan dipaksa mencabuli kucing. Dokter menyebut bocah SD itu didiagnosis mengalami peradangan otak.

Sebelum meninggal dunia, bocah itu dibawa ke rumah sakit pada Minggu (17/7) malam. Saat dibawa ke rumah sakit, bocah mengalami kondisi penurunan kesadaran sehari sebelumnya. Bahkan bocah tersebut tak mau makan dan minum serta mengalami demam.

"Masuk ke RSUD SMC pada Sabtu malam sudah tidak sadarkan diri. Kata keluarga juga sehari sebelumnya atau pas di rumahnya juga sudah tidak sadarkan diri. Dibawa ke kami dia sudah demam selama semingguan," ucap Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Adi Widodo, seperti dilansir detikJabar, Kamis (21/7/2022).

Nyawa bocah tersebut tidak tertolong meski sudah mendapat penanganan medis maksimal. Pihak RSUD SMC mendiagnosis penyebab kematian korban adalah suspect typhoid dan ensefalopati atau peradangan otak akibat komplikasi tifus serta suspect episode depresi atau gangguan kejiwaan yang bisa diakibatkan karena komplikasi demam tifus. Berdasarkan pengakuan keluarga kepada rumah sakit, bocah tersebut sempat jadi korban perundungan teman sebaya.

"Diagnosis kematian almarhum akibat suspect typhoid dan ensefalopati atau peradangan otak akibat komplikasi tifus. Serta ada suspect episode depresi atau gangguan kejiwaan yang bisa diakibatkan karena komplikasi tifusnya. Faktor internalnya bisa karena komplikasi demam," ucap Adi.

Baca selengkapnya di sini

(idh/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT