Aniek Heran Kok Bisa Membunuh 3 Anaknya Sendiri
Senin, 19 Jun 2006 11:54 WIB
Jakarta - Tersangka pembunuh 3 anak sendiri, Aniek Qori'ah Sriwijaya, sadar perbuatannya salah. Namun dia mengaku tidak tahu mengapa tega melakukan perbuatan itu."Dia mengatakan perbuatannya itu salah. Cuma dia tidak tahu mengapa dia bisa melakukan itu. Dia bertanya pada saya, mengapa kok saya bisa melakukannya," ungkap pengacara Aniek, Adardam Achyar SH, kepada detikcom, Senin (19/6/2006).Saat ini kejiwaan Aniek yang sudah lebih seminggu menginap di Polresta Bandung Timur ini masih labil dan sering menangis. Tersangka bahkan masih sering mengingat almarhum anak-anaknya. Bahkan sering menceritakan perilaku anak-anaknya kala masih hidup kepada Adardam."Pernah saya bawakan makanan, dia langsung menangis saat melihat makanannya. Aniek bilang ini makanan kesukaan anaknya," ungkap Adardam.Kondisi yang labil itu perlu diperiksa lebih lanjut oleh psikiater. Saat ini, Adardam masih menunggu siapa psikiater yang akan memeriksa kliennya. Polresta Bandung Timur sudah mengirimkan surat ke RS Sartika Asih untuk memeriksa tersangka Aniek."Kita melihat penyidik juga meminta psikiater. Kalau kapabel, cukup psikiater itu saja yang memeriksa," ujar Adardam.Pemeriksaan oleh psikiater ini diperlukan untuk menentukan kondisi jiwa kliennya."Sehat atau tidak, kasus tetap berjalan. Yang penting adalah kepastian hukum. Tidak manusiawi kalau sampai menghukum orang yang tidak menyadari perbuatannya," kata Adardam.Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur seseorang tidak dapat dikenakan hukuman jika cacat kejiwaannya. "Pasal 44 KUHP menyebutkan barang siapa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan padanya, disebabkan karena jiwanya cacat dalam tumbuhnya atau terganggu karena penyakit, tidak dipidana," urai Adardam.
(nrl/)











































