Menteri Bahlil Disindir Kebanyakan Ngomong Politik, Ini Catatannya

ADVERTISEMENT

Menteri Bahlil Disindir Kebanyakan Ngomong Politik, Ini Catatannya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jul 2022 11:02 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meninjau kondisi Holywings Gunawarman, Jakarta, Jumat (15/7/2022). Tinjauan tersebut dilakukan di salah satu gerai Holywings di kawasan Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia disindir kebanyakan bermain politik. Bahlil tercatat belakangan ini memang kerap melontarkan pernyataan-pernyataan terkait dinamika Pilpres 2024.

Sindiran itu disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam acara Adu Perspektif yang disiarkan detikcom berkolaborasi dengan Total Politik, Rabu (20/7/2022). Menurutnya, Bahlil terlalu sering mengambil porsi berbicara politik.

"Menterinya sibuk ngomong politik ketimbang bicara investasi," ujar Adi Prayitno.

"Menteri Investasi bilang mestinya ratusan triliun datang ke IKN (ibu kota negara), ini malah ngomongin dua periode, kemudian koalisi Anies-Puan, macam-macam. Ya wajar kalau skeptis terkait dengan proyek-proyek mercusuar itu," imbuh Adi.

Pada awal Januari 2022, Bahlil pernah mengundang kontroversi ketika mengklaim para pengusaha menginginkan proses peralihan kepemimpinan dimundurkan. Pernyataan Bahlil sempat menghangatkan tensi politik di Tanah Air.

Lalu, pada pertengahan 2022, Bahlil kembali berbicara politik. Kali ini soal duet Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk 2024. Berikut ini rangkumannya:

Pilpres Dimundurkan

Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam rilis survei Indikator di awal Januari 2022. Dia mengomentari fenomena survei terkait perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027. Bahlil kemudian mengungkapkan hasil diskusinya dengan para pengusaha terkait perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

Bahlil setuju dengan Burhanuddin Muhtadi bahwa wacana 3 periode harus dihentikan. Namun, soal perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027, Bahlil mengaku tertarik mengomentarinya.

"Tetapi yang menarik ternyata adalah perpanjangan 2027 kok saya lihat datanya Pak Burhan ini dari bulan ke bulan kok orang naiknya tinggi ya untuk orang setuju ya," katanya.

Bahlil kemudian mengungkapkan pandangan para pengusaha. Dalam konteks peralihan kepemimpinan, para pengusaha diklaim Bahlil berharap penundaan.

"Saya sedikit mengomentari begini, kalau kita mengecek di dunia usaha, rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini dalam konteks peralihan kepemimpinan, kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan itu jauh lebih baik," katanya.

"Kenapa, karena mereka ini baru selesai babak belur dengan persoalan kesehatan. Ini dunia usaha baru mau naik, baru mau naik tiba-tiba mau ditimpa lagi dengan persoalan politik," ujar dia.

Penundaan Pemilu Lagi

Bahlil Lahadalia kembali berbicara soal usulan penundaan gelaran Pemilu 2024. Dia mengklaim stabilitas politik berdampak positif bagi dunia investasi.

Bahlil menyebut kepastian terkait usulan penundaan pemilu dapat berguna bagi pengusaha. Dengan catatan, kata dia, usulan penundaan Pemilu ditindaklanjuti sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku.

"Saya pikir kalau dari sisi investasi, pengusaha itu kan butuh kepastian, stabilitas politik. Nah, kalau wacana penundaan ini bisa dilakukan secara komprehensif dan sesuai dengan mekanisme undang-undang, dalam pandangan saya, itu akan bagus untuk investasi," kata Bahlil Lahadalia kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Usul Duet Puan-Anies

Bahlil kembali melontarkan pernyataan yang mengundang perdebatan ketika menghadiri rilis survei lagi. Kali ini dia berceletuk seberapa bagusnya Puan dan Anies jika berduet di Pilpres 2024.

Pembicaraan duet Puan-Anies itu muncul dalam konferensi pers rilis survei Indikator Politik Indonesia (IPI), Senin (11/7/2022). Menteri Bahlil, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut, hadir secara virtual.

Mulanya, Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi ditanya pandangannya soal ide pasangan Puan dan Anies jika bertarung di Pilpres 2024. Saat Burhanuddin hendak menjawab pertanyaan tersebut, saat itulah suara Bahlil muncul.

"Itu pasangan bagus itu, bisa satu kali putaran itu pasangan," celetuk Bahlil.

Bahlil pun kena semprit PDIP. PDIP mempertanyakan posisi Bahlil yang menjodoh-jodohkan duet Pilpres 2024.

"Bicara pilpres, PDI Perjuangan belum punya calon hari ini, sampai hari ini belum menetapkan calonnya siapa. Dan untuk calonnya siapa, capres-cawapresnya siapa, ya Ibu Ketum," kata Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Bahlil menyampaikan ide duet Puan-Anies dalam acara salah satu lembaga survei. Pacul tak mempermasalahkan satu sosok dipasangkan dengan sosok lainnya. Sebab, menurut Pacul, penjodohan itu bagian dan kerja lembaga survei.

Simak juga Video: Jokowi ke Menteri Bahlil-Hipmi: Bapak Ibu Teriak Lanjutkan, Saya yang Didemo

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT