ADVERTISEMENT

Laka Maut, Komisi V DPR Desak Lampu Merah di Turunan Cibubur Dicabut!

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 20 Jul 2022 14:53 WIB
Korban kecelakaan maut Cibubur telah teridentifikasi. Akibat kecelakaan tersebut pada Senin (18/7/2022), sebanyak 10 orang tewas dan 5 korban lainnya luka-luka.
Lokasi kecelakaan maut di Cibubur. (Rizky/detikcom)
Jakarta -

Keberadaan lampu merah di lokasi kecelakaan maut truk tabrak motor hingga mobil di Cibubur belakangan jadi sorotan. Wakil Ketua Komisi V DPR Syaifullah Tamliha mendesak agar lampu merah tersebut dicabut.

"Saya sependapat dicabut saja," kata Tamliha saat dihubungi, Rabu (20/7/2022).

Tak hanya itu, Tamliha juga meminta Dirjen Hubdat yang baru dilantik segera mengevaluasi keberadaan lampu merah, khususnya yang ada di turunan atau tanjakan di seluruh Indonesia. Dia menilai hal ini demi menghindari kejadian rem blong hingga human error.

"Yang lebih penting segera dibenahi di seluruh pelosok Tanah Air. Saya juga turut berharap kepada Dirjen Perhubungan Darat yang baru dilantik untuk mengevaluasi keberadaan lampu merah dari arahan turun tanjakan untuk mengantisipasi tabrakan maut akibat rem mobil tidak berfungsi dan human error," ucapnya.

Kemudian, Tamliha juga menyinggung kejadian kecelakaan maut serupa pernah terjadi di Balikpapan. Dia meminta Dirjen Hubdat segera berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk menuntaskan persoalan marka jalan agar tidak ada tragedi maut terulang.

"Peristiwa Balikpapan dan Cibubur yang menewaskan puluhan orang adalah tragedi maut yang mestinya tidak berulang. Dirjen Hubdat yang baru yang berlatar belakang Polri diharapkan segera berkoordinasi dengan Korlantas Mabes Polri untuk menuntaskan berbagai macam marka jalan untuk menghindari kejadian maut yang berulang," ujarnya.

Sebelumnya, penempatan lampu merah di pertigaan CBD, Jl Alternatif Cibubur, Bekasi, menjadi sorotan pascakecelakaan maut truk tangki Pertamina. Polisi mengusulkan agar lampu merah CBD dibongkar dan U-turn di lokasi tersebut ditutup karena tidak layak.

"Ya kita akan kaji karena tidak layak. Untuk sementara (lampu merah) tidak kita aktifkan. Kita akan usulkan untuk dibongkar," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman saat dihubungi detikcom, Rabu (20/7).

Saat ini, lampu merah di lokasi hanya terpasang lampu hazard (warna kuning). Polisi mengusulkan agar u-turn ditutup permanen.

"U-turn-nya juga harus kita tutup, muter di situ tidak boleh. Kan itu karena ada u-turn di situ dibuka, sehingga dipasang lampu merah itu. U-turn itu akan kita tutup," imbuhnya.

"Lampu merah tidak kita aktifkan, hanya lampu hazard saja," tambahnya.

(maa/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT