ADVERTISEMENT

Hari Bulan Sedunia 20 Juli, Ini Sejarah Peringatannya

Syena Meuthia - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 14:49 WIB
Hari Bulan Sedunia jatuh pada 20 Juli. Peringatan tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam resolusi 76/76.
Hari Bulan Sedunia, Ini Sejarah Peringatannya (Foto: DEDYISTANTO)
Jakarta -

Hari Bulan Sedunia atau Hari Bulan Internasional jatuh pada 20 Juli. Peringatan tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam resolusi 76/76.

Lantas mengapa PBB mendeklarasikan adanya Hari Bulan Sedunia? Simak infonya berikut ini.

Sejarah Hari Bulan Sedunia

Dikutip dari laman resmi United Nations (UN), pendeklarasian Hari Bulan Sedunia diputuskan melalui resolusi 76/76 PBB tentang "Kerjasama Internasional Dalam Penggunaan Luar Angkasa Secara Damai" pada tahun 2021. Hal itu menandai peringatan pendaratan pertama manusia di Bulan sebagai bagian dari misi bulan Apollo 11.

Kemudian, deklarasi Hari Bulan Sedunia dimaksudkan sebagai perayaan untuk mempertimbangkan pencapaian semua negara dalam eksplorasi Bulan. Selain itu, Hari Bulan Sedunia untuk meningkatkan kesadaran publik akan eksplorasi dan pemanfaatan Bulan yang berkelanjutan.

Hari Bulan Sedunia jatuh pada tanggal 20 Juli. Peringatan tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam resolusi 76/76.Hari Bulan Sedunia jatuh pada tanggal 20 Juli. (Foto: ANTARA FOTO/Paramayuda)

Latar Belakang Peringatan Hari Bulan Sedunia

Selama ribuan tahun lamanya, peradaban manusia telah melihat langit dengan merenungkan asal usul dan misteri bulan. Dilansir dari laman resmi UN, hal itu karena bulan merupakan satu-satunya satelit alami yang dimiliki oleh kehidupan manusia.

Hari Bulan Sedunia hadir seiring dengan adanya pengamatan berbasis data tentang penemuan teleskop pertama. Penemuan itu membuka babak baru dalam pemahaman peradaban manusia dalam memahami tentang luar angkasa atau astronomis.

Lahirnya pengetahuan mengenai aktivitas luar angkasa dari berbagai negara, menjadikan bulan sebagai tujuan akhir dari misi yang tak terhitung jumlahnya oleh umat manusia. Termasuk misi penerbangan berawak yang membawa jejak kaki manusia pertama ke tempat lain di alam semesta.

Dari banyaknya upaya eksplorasi bulan tersebut, PBB terus membentuk rencana ambisius dengan mendeklarasikan perayaan global Hari Bulan Sedunia. Tujuannya sebagai pengingat kesuksesan misi manusia ke luar angkasa pada masa lalu dan sebagai kesaksian tahunan untuk upaya penelitian tentang luar angkasa di masa depan.

Makna Peringatan Hari Bulan Sedunia: Keberlanjutan Luar Angkasa

Sejak adanya pengetahuan tentang zaman antariksa, PBB mengakui bahwa luar angkasa menambah dimensi baru bagi keberadaan umat manusia. Semua yang tergabung dalam PBB berusaha terus menerus untuk memanfaatkan manfaat unik dari luar angkasa untuk kemajuan seluruh umat manusia.

Dalam menyadari akan adanya kepentingan bersama antara umat manusia di luar angkasa tersebut, PBB terus berusaha menjawab pertanyaan tentang bagaimana luar angkasa bisa membantu memberi manfaat bagi penduduk bumi.

Resolusi ilmu pengetahuan tentang luar angkasa diadopsi pertama kali oleh majelis PBB. Pada resolusi 1348 (XIII), PBB mengeluarkan resolusi terkait luar angkasa dengan judul "Pertanyaan Penggunaan Secara Damai dari Luar Angkasa".

Tidak hanya berhenti di situ, PBB bersama negara-negara di seluruh dunia membuat sebuah perjanjian. Tujuannya untuk mengatur kegiatan negara-negara di dunia dalam mengeksplorasi dan penggunaan luar angkasa, termasuk bulan dan benda-benda langit lainnya.

Perjanjian tersebut dikenal dengan nama "Magna Carta of Space" yang mulai berlaku pada tanggal 10 Oktober 1967. Dalam perjanjian, diatur tentang prinsip-prinsip negara dalam kegiatan eksplorasi dan memanfaatkan luar angkasa agar tidak semena-mena.

Menindaklanjuti perjanjian itu, PBB membangun sebuah kantor sekretariatan majelis umum PBB yaitu United Nations Office for Outer Space Affairs (UNNOOSA). UNOOSA berfungsi sebagai sekretariat untuk satu-satunya komite Majelis Umum yang membahas mengenai isu luar angkasa dan benda-benda langit di dalamnya.

Komite yang tergabung dalam UNOOSA dinamakan United Nations Commitee on the Peaceful Uses of Outer Space (COPUOS). Komite COPUOS mempunyai fungsi dan tanggung jawab antara lain:

  • Bertanggung jawab untuk mempromosikan kerja sama internasional dalam penggunaan luar angkasa secara damai
  • Bertanggung jawab untuk melaksanakan tanggung jawab Sekretaris Jenderal di bawah hukum antariksa internasional
  • Berfungsi untuk memelihara Daftar Benda-benda yang Diluncurkan ke Luar Angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa

Demikian informasi lengkap tentang sejarah peringatan Hari Bulan Sedunia. Semoga bermanfaat!

Simak juga '2 Hujan Meteor Akan Serbu Langit Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT