ADVERTISEMENT

Polda Metro Bongkar 'Begal Rekening' Bermarkas di Tulung Slapan Sumsel!

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 09:53 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar 'begal rekening' yang bermarkas di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Dua orang tersangka ditangkap polisi dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya penangkapan dua orang pelaku.

"Iya benar, dua pelaku berinisial H dan R ditangkap di markasnya di Desa Lebung Hitam, Kecamatan Tulung Slapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (14/7)," ujar Zulpan saat dihubungi wartawan, Selasa (19/7/2022).

Zulpan mengatakan kedua tersangka ditangkap atas laporan seorang korban. Keduanya saat ini masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

"Kedua pelaku masih diperiksa untuk pengembangan," imbuhnya.

Modus Operandi

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan kedua korban 'membegal' rekening nasabah melalui WhatsApp. Modus kedua tersangka adalah dengan mengaku-aku sebagai pegawai bank, kemudian menyebarkan formulir via online, seolah-olah resmi dari pihak bank.

Tautan yang dikirimkan kepada korban berisi permintaan data-data seperti identitas sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor kartu debit, CVV, nomor rekening, nomor ponsel, hingga personal identification number (PIN) korban.

"Setelah itu, ada kode OTP di pesan korban, ketika kode itu dimasukkan oleh korban maka terjadilah begal rekening," ujar Hengki dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (19/7/2022).

Kedua tersangka ditangkap di markasnya di Desa Lebung Hitam, Kecamatan Tulung Slapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kmis (14/7) di bawah pimpinan Kasubdit Resmob AKBP Handik Zusen dan Kanit 2 Kompol Maulana Mukarom.

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini mengungkapkan para korban ini dirayu dengan berbagai promosi yang ditawarkan apabila menjadi nasabah prioritas. Tawaran pelaku ini membuat korban tergiur.

Korban baru menyadari dirinya tertipu setelah uangnya terkuras. Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Saat ini polisi masih mendalami barang bukti tersebut.

"Sindikat begal rekening ini masih kami dalami, ada beberapa barang bukti telepon seluler dan buku rekening yang kami amankan," tuturnya.

Simak juga Video: Soal Investasi Bodong, PPATK Blokir Transaksi di 121 Rekening

[Gambas:Video 20detik]




(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT