ADVERTISEMENT

Bejat! Ayah di Tangerang Perkosa Anak Kandung yang Berusia 16 Tahun

Khairul Ma'arif - detikNews
Senin, 18 Jul 2022 11:22 WIB
ilustrasi
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Tangerang -

Seorang pria berinisial EW (45) ditangkap Polsek Balaraja karena telah memperkosa putri kandungnya yang baru berusia 16 tahun. EW ditangkap setelah ibu korban atau istri dari tersangka melaporkan peristiwa itu ke Polsek Balaraja.

"Saat mendapatkan laporan, tim langsung mendatangi lokasi dan menangkap tersangka di rumahnya di kawasan Balaraja," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Raden Romdhon Natakusuma dari keterangan yang diterima, Senin (18/7/2022).

Romdhon mengatakan EW melakukan aksi bejatnya di rumahnya sendiri. EW berdalih melakukan pemerkosaan bejat itu karena nafsu.

Korban yang sedang menonton televisi ditarik paksa oleh EW ke dalam kamar. Saat itulah EW melakukan perbuatan bejatnya itu.

"Di dalam kamar itu lah, pada Sabtu (9/7) tersangka melakukan perbuatannya kepada korban yang tak lain adalah anak kandungnya," ucap Romdhon.

Korban baru berani menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada ibunya setelah beberapa hari kemudian. Ibunda korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Balaraja pada Jumat (15/7).

"Setelah mendapatkan laporan, esok harinya atau Sabtu (16/7) tersangka langsung kami tangkap," tutur Romdhon.

Kepada penyidik, EW mengakui perbuatannya. Atas tindakannya, EW dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara dan bisa saja dikenai pidana tambahan mengingat tersangka adalah orang dekat korban, orang tua korban yang semestinya memberikan perlindungan," ungkapnya.

Romdhon mengatakan pihaknya juga melakukan trauma healing kepada korban. Mengingat kejadian ini tidak hanya perlu penegakan hukum tetapi juga pendampingan kepada korban.

"Tidak hanya melakukan upaya penegakan hukum, Polresta Tangerang juga memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada korban," jelasnya.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT