Sebabkan Banjir Lumpur, Lapindo Diminta Ditutup
Minggu, 18 Jun 2006 09:07 WIB
Jakarta - Banjir lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur sampai saat ini belum dapat dihentikan. PT Lapindo Brantas dituding sebagai akar masalah. Pemerintah pun diminta untuk segera menutup Lapindo."Pemerintah seharusnya langsung menutup PT. Lapindo Brantas begitu terjadi banjir Lumpur panas demi tegaknya keadilan hukum," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Munawar Fuad dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (18/6/2006).Sikap tegas pemerintah, menurutnya, harus segera dilakukan dengan meminta pertanggungjawaban Lapindo. "Lebih naif lagi jika pemerintah malah bersikap pasang badan untuk kepentingan pemilik modal," tulisnya. Ditambahkan dia, berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah bersama Lapindo yang pernah disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro lebih bersifat sanksi ekonomis. "Ini tidak adil dan berbau konspirasi politik dan kepentingan kapitalis. Banyak masyarakat yang tidak mengerti seluk-beluk konspirasi di dalamnya," tandasnya. Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar yang menyatakan jika Lapindo ditutup, pemeritah khawatir oknum akan lari dan tak bisa bertanggungjawab pun bisa menyesatkan. "Tidak ada pejabat yang berani menindak tegas dengan langsung menutup Lapindo," imbuhnya.
(wiq/)











































