ADVERTISEMENT

Korban Banjir Puri Kartika Ciledug Mengungsi, Popok Anak Dibutuhkan

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 16 Jul 2022 14:13 WIB
Pengungsi banjir Puri  Kartika Baru, Ciledug, 16 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Pengungsi banjir Puri Kartika Baru, Ciledug, 16 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Tangerang -

Banjir akibat tanggul jebol hampir menenggelamkan rumah warga di Perumahan Puri Kartika Baru, Ciledug, Kota Tangerang. Banyak warga harus mengungsi. Kini mereka butuh bantuan.

Pantauan detikcom di lokasi pengungsian, kantor Kelurahan Tajur, Ciledug, Sabtu (16/7/2022) pukul 13.30 WIB, warga menempati main hall lantai 2 gedung kelurahan. Warga beristirahat dan tertidur di tempat pengungsian beralas tikar berwarna hijau.

Selain di Kelurahan Tajur, ada dua tempat pengungsian lain yang telah disiapkan, yaitu di musala dan masjid setempat. Di Kelurahan Tajur tampak ada dua toilet dan dapur umum yang bisa digunakan warga.

Salah satu pengungsi bernama Gofirin Maharani (22) mengatakan air mulai masuk ke kediamannya pada Jumat (15/7) sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam. Air itu terus bertambah hingga pukul 02.00 WIB.

"Jam 02.00 WIB mulai tingginya," kata Gofirin Maharani saat ditemui di lokasi pengungsian kantor Kelurahan Tajur.

Ada sekitar 50 keluarga yang mengungsi di Kelurahan Tajur. Gofirin Maharani mulai menempati lokasi pengungsian sejak tadi pagi.

"Total ada sekitar 100 orang yang mengungsi di sini," ujarnya.

Pengungsi banjir Puri  Kartika Baru, Ciledug, 16 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)Gofirin Maharani, salah satu pengungsi. (Mulia Budi/detikcom)

Dia mengatakan pengungsi di Kelurahan Tajur kekurangan popok dan makanan untuk anak-anak. Dia berharap bantuan kebutuhan anak itu bisa disalurkan kepada warga.

"Dari kelurahan nasi bungkus isi mi goreng sama air mineral saja, sama nasi. Masih kurang diaper anak-anak, jajanan anak-anak, karena yang dipentingin anak-anak. Obat mah ada, tapi kan di sini kalau obat tinggal ambil doang di posko di bawah ada tuh," tuturnya.

Maharani mengatakan tinggal berdua bersama anaknya yang baru memasuki usia 2 tahun. Dia mengatakan fokus menyelamatkan diri saat volume air terus meninggi.

"Saya mah tinggal bawa kabur aja, bawa diri aja, biarin-lah barang abis mah. Kalau saya mah begitu, nyawa kan kagak bisa dibeli lagi. Panik sempat, orang saya berdua doang, barang banyak, peninggalan almarhum. Udah bodo amat-lah, bawa diri aja gitu," jelasnya.

Pengungsi banjir Puri  Kartika Baru, Ciledug, 16 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)Pengungsi banjir Puri Kartika Baru, Ciledug, 16 Juli 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Lebih lanjut Maharani mengatakan akan kembali ke rumahnya setelah air surut. Dia mengaku bakal terus mengungsi hingga banjir benar-benar surut.

"Kalau airnya sudah mulai menyurut, saya langsung pulang gitu," ucapnya.

Banjir di Ciledug, Tangerang, Sabtu (16/7/2022)/(Mulia-detikcom)Banjir di Ciledug, Tangerang, Sabtu (16/7/2022)/(Mulia/detikcom)

BPBD Kota Tangerang mengabarkan Perumahan Puri Kartika Baru terendam banjir karena ada tanggul sungai di lokasi yang jebol. Dia mengatakan petugas BPBD Kota Tangerang tengah bersiap menuju ke Puri Kartika Baru.

Petugas dari BPBD Kota Tangerang UPT Ciledug sudah ada di lokasi untuk memantau banjir dan tanggul jebol tersebut.

Banjir di Ciledug, Tangerang, Sabtu (16/7/2022)/(Mulia-detikcom)Banjir di Ciledug, Tangerang, Sabtu (16/7/2022)/(Mulia/detikcom)

Murdi, petugas call center BPBD Kota Tangerang, belum mengetahui pasti peristiwa tanggul jebol itu terjadi pukul berapa. Menurutnya, tim BPBD datang ke lokasi dengan membawa perahu karet dan perlengkapan evakuasi lainnya.

Simak Video 'Banjir di Puri Kartika Baru Ciledug Semeter, Warga Mengungsi':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT