ADVERTISEMENT

Pembelaan PKS dan Serangan PDIP soal Warga Miskin DKI Bertambah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 16 Jul 2022 09:08 WIB
Jakarta dikenal sebagai kota yang penuh gemerlap dan metropolitan. Namun, permasalahan kemiskinan masih membayangi kehidupan warga ibu kota. Ini fotonya.
Ilustrasi potret kemiskinan di Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan warga miskin di Jakarta bertambah. Peningkatan angka kemiskinan ini menuai kritik dan pembelaan dari para anggota DPRD DKI Jakarta.

BPS mengungkap jumlah penduduk miskin di Jakarta bertambah 3.750 atau sekitar 4,69 persen dari total jumlah penduduk Jakarta. Dengan kenaikan itu, warga miskin di Jakarta total ada 502,04 ribu orang.

Dilansir dari Antara, Jumat (15/7/2022), data kenaikan warga miskin Jakarta berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2022. Salah satu penyebab kenaikan angka kemiskinan di Jakarta karena pandemi Corona.

"Bertambahnya jumlah penduduk miskin ini di antaranya disebabkan penurunan daya beli masyarakat karena dampak pandemi COVID-19," kata Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono di Jakarta.

BPS DKI menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar untuk menghitung tingkat kemiskinan di Jakarta. Dengan pendekatan itu, BPS menilai kemiskinan merupakan ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan yang diukur dari sisi pengeluaran atau belanja.

Anggoro mengatakan turunnya daya beli warga juga dipicu adanya tingginya inflasi di periode September 2021 hingga Maret 2022. Kenaikan inflasi disebut mencapai 1,78 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan di mana harga naik 3,51 persen.

BPS sendiri melakukan survei kemiskinan selama dua kali dalam satu tahun pada periode Maret dan September. Mengacu pada data BPS, angka kemiskinan di Jakarta pada September 2021 naik 0,02 persen dengan total warga miskin 498,20 ribu.

Selain itu, BPS DKI juga mencatat secara khusus penduduk sangat miskin bertambah 2.000 orang, dari 144,3 ribu orang pada September 2021 menjadi 146,3 orang pada Maret 2022.

Tingkat ketimpangan di Jakarta juga naik. Indeks ketimpangan naik dari 0,411 pada September 2021 menjadi 0,423 pada Maret 2022.

Ketimpangan pada kelompok pengeluaran terendah lebih tinggi dibandingkan kelompok-kelompok pengeluaran atas. BPS DKI mengungkap pengeluaran penduduk pada kelompok 40 persen terendah berkurang dari 17,02 persen pada September 2021 menjadi 16,60 persen pada Maret 2022. Sebaliknya, pengeluaran kelompok 20 persen teratas meningkat dari 47,78 persen menjadi 50,18 persen.

PDIP Kritik Anies soal Kemiskinan Naik

PDIP mengkritik ucapan dan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gara-gara kemiskinan di DKI naik. PDIP mengatakan ucapan Anies tidak sesuai dengan hasil di lapangan.

"Di sini lah bahwa Anies selalu mengatakan menaikkan pendapatan atau menaikkan kesejahteraan hidup di Jakarta, tapi fakta di lapangan seperti ini hasil BPS-nya. Jadi pengucapan dengan fakta lapangan berbeda," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Pandapotan Sinaga kepada wartawan, Jumat (15/7/2022) malam.

Simak Video 'Djarot Prihatin Kemiskinan di DKI: Kalau Kita 1 Periode Lagi, Pasti di Bawah 5%':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT