Paranormal Atasi Semburan Lumpur

Paranormal Atasi Semburan Lumpur

- detikNews
Sabtu, 17 Jun 2006 18:29 WIB
Sidoarjo - Tak cuma dengan teknologi mengatasi semburan lumpur di Porong. Paranormal pun ikut-ikutan menutup semburan itu. Bagaimana bisa?Adalah Maryadi (53), warga Gembol, Surabaya yang ingin mencoba menutup semburan itu dengan kekuatan gaib yang dimilikinya. Sopir di lingkungan Polwitabes Surabaya ini berusaha untuk melihat sumber semburan lumpur panas itu dengan mata batinnya.Kepada wartawan di bawah jembatan layang Siring Porong, Sabtu (17/6/2006), Maryadi bercerita. Kemarin sore dirinya mengaku datang ke lokasi tepatnya di Kilometer 38 Gempol Surabaya. Untuk memperkuat penglihatan batin dan meyakinkan warga sekitar, dia mengajak salah satu anak perempuan asal Desa Siring.Anak perempuan ini, dia gandeng menyusuri tanggul yang membendung lumpur di Kilometer 38. Saat di lokasi semburan, si anak melihat di sumber semburan terlihat orang tinggi besar berwarna hitam berdiri menghadap Desa Reno Kenongo yang berada di balik jalan tol.Maryadi sebetulnya sengaja mengajak anak itu untuk menjadikannya sebagai media dan agar si anak juga bercerita kepada orang-orang apa yang dilihatnya."Kemarin, warga juga sempat tanya langsung ke anak itu apa yang sempat dilihatnya. Dan dia menceritakan apa yang dilihatnya," tuturnya. Namun sayangnya, dia tidak bisa menyebutkan identitas si anak dan asalnya. Alasannya dia mengambil secara acak anak yang sedang menonton.Dirinya juga telah melakukan ritual khusus dengan melempar batu berwarna kuning ke persawahan Desa Siring, yang sekarang menjadi danau lumpur. "Seharusnya batu kuning itu dimasukkan ke sumber semburan. Tapi karena tidak memungkinkan, saya buang di lokasi banjir lumpurnya," ujarnya.Pria yang biasa tetirah ke berbagai tempat bersejarah di Indonesia ini meyakini jika batu kuning itu bisa menyumbat semburan lumpur. Tak hanya itu, Maryadi pun mempunyai resep tambahan untuk menghentikan semburan lumpur. Dia menyarankan agar menggelar ritual atau bancakan dengan menyuguhkan makanan polo pendem atau makanan yang berasal dari tanah, misalnya ubi, ketela, kacang dan lain-lain. "Jika benar kejadan ini diyakini akibat kemurkaan penguasa bawah tanah, ritualnya juga harus dari sesuatu yang di bawah tanah," imbuhnya.Dia menambahkan, ritual ini harus disaksikan tujuh orang dan waktunya saya serahkan kepada warga. Resep ini juga telah dia tawarkan kepada warga Desa siring. Namun Maryadi tidak mau menyebut kapan waktu pastinya jika anjurannya diikuti semburan lumpur akan berhenti."Saya tidak mau mendahului kehendak Tuhan. Nanti setelah berhenti baru saya bisa ceritakan semuanya. Yang jelas estimasi waktunya tetap 40 hari terhitung dari kejadian awal, setelah ritual dilakukan," ungkapnya.Saat ditanya wartawan mengapa pria hitam yang terlihat di sumber semburan lumpur berdiri menghadap Desa Reno Kenongo, Maryadi hanya berkomentar singkat. "Mungkin ada kesalahan yang dilakukan disana," ucapnya.Mau percaya atau tidak, kejadian unik sempat terjadi saat salah satu wartawan TV hendak merekam gambar untuk memperagakan ritual yang dilakukan Maryadi kemarin. Saat itu tiba-tiba kameranya yang sudah dia hidupkan tiba-tiba macet. Kepada detikcom kameramen salah satu TV swasta itu sempat membisikan sesuatu. "Barangkali saya salah, karena mengambil gambarnya belum minta izin, mendahului dia," ujarnya lirih. Kameramen ini pun akhirnya meminta maaf karena telah lancang mengambil gambar. Tak lama kemudian gambarnya kembali normal. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads