Kapolri: Polisi Harus Gunakan Pendekatan Ilmiah
Sabtu, 17 Jun 2006 16:18 WIB
Jakarta - Metode kepolisian dalam mengungkapkan kasus mendapat kritikan. Tak tanggung-tanggung, kritikan datang langsung dari orang nomor satu di jajaran kepolisian, yakni Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Menurutnya, dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat, polisi diharapkan tidak melakukan pendekatan secara teknik kepolisian saja."Pengalaman kita mengungkap berbagai persoalan di tanah air bahwa pendekatan ilmiah menentukan keberhasilan penegakan hukum secara profesional," kata Kapolri dalam pidato Dies Natalis ke-60 dan wisuda Perguruan Ilmu Kepolisian (PTIK) di gedung PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6/2006).Sutanto menuturkan, permasalahan yang dihadapi Polri tidak selalu persoalan matematika yang bisa didekati dengan rumus-rumus tertentu. Mantan Kapolda Jatim ini menjelaskan, selama ini kejahatan-kejahatan atas kekayaan negara relatif dapat diselesaikan dengan ilmu tertentu. Selain itu, berbicara tentang kejahatan lintas negara dan gangguan yang bersifat urgensi, polisi harus mengacu pada integrasi berbagai disiplin."Dalam hal inilah peran ilmu kepolisian menjadi penting untuk menganalisa berbagai persoalan tersebut. Karena metode untuk menangani suatu kasus belum tentu yang lain bisa," ungkapnya.Ormas BermasalahDalam pidatonya, Sutanto juga menyoroti persolan ormas-ormas bermasalah. Menurutnya, penertiban perlu dilakukan terhadap lembaga ekstra yudisial yang main hakim sendiri."Penertiban harus dilakukan secara menyeluruh terhadap aktivitas yang dipandang mengganggu kenyamanan hidup bersama dalam masyarakat yang demokratis," ujarnya.Seusai acara, Sutanto pun menegaskan akan menindak tegas lembaga ekstra yudisial yang jelas-jelas melanggar ketentuan UU. "Kita akan gunakan KUHP, karena itu kita harapkan semua organisasi berbuat sesuai aturan dan melaksanakan AD/ART-nya juga landasan kalau Pancasila," tuturnya.Dia juga membantah jika polisi selama ini bersifat permisif atas tindakan sejumlah ormas yang cenderung anarkis. "Saya kira tidak betul, selama ini polisi menindak semua," tandasnya.
(ndr/)











































