Legislator Trimedya Minta Kapolri Nonjobkan Irjen Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

Legislator Trimedya Minta Kapolri Nonjobkan Irjen Ferdy Sambo

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 17:15 WIB
Trimedya Panjaitan
Trimedya Panjaitan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Pandjaitan mendorong agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempertimbangkan untuk menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya terkait insiden polisi tembak polisi. Trimedya menyarankan itu agar penyelidikan dan penyidikan yang berlangsung atas kasus tersebut tidak bias.

Trimedya mengatakan dirinya mengusulkan tiga saran agar segera dilakukan Kapolri Jenderal Sigit. Salah satunya, kata dia, menonaktifkan Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam.

"Saya usulkan ada 3 (yang harus) dilakukan Kapolri, pertama untuk bentuk tim khusus itu sudah dibentuk, lalu berkas ditarik ke Mabes Polri, itu juga belum, mungkin dengan bentuk tim khusus itu. Kemudian ketiga Pak Ferdy Sambo di-nonjob-kan dulu," kata Trimedya saat dihubungi, Jumat (15/7/2022).

Trimedya mengatakan langkah nonaktif terhadap Ferdy Sambo penting dilakukan agar pemeriksaan tidak bias dan kredibel. Dia membeberkan banyak anak buah Ferdy Sambo yang akan diperiksa, lalu Ferdy Sambo sendiri dan keluarganya juga akan diperiksa terkait kasus penembakan Brigadir J tersebut.

"Karena pastilah banyak orang-orang beliau yang diperiksa kan, Pak Ferdy Sambo sendiri kan juga diperiksa, istrinya, orang-orang di rumah saat itu, orang-orang lain apakah di lingkungan rumah, di lingkungan Propam, untuk itu supaya proses penyelidikannya kredibel ya dia di-nonjob-kan," ucapnya.

Politisi PDIP ini mengingatkan Jenderal Sigit bahwa langkah penonaktifan Irjen Ferdy Sambo akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyidikan kasus tersebut. Dia menyebut Polri harus berhati-hati mengusut kasus itu lantaran sudah banyak syak wasangka atau prasangka yang terjadi sejak awal.

"Tapi itu semua tergantung Kapolri, kita cuma bisa usul, tapi kalau itu dilakukan (penonaktifan), maka kepercayaan masyarakat bahwa ini penyidikan dilakukan transparan, kredibel, profesional ya akan lebih tinggi, karena dari sejak awal sudah banyak syak wasangka kan," ujarnya.

"Mudah-mudahan minggu depan dilakukan Pak Kapolri, mungkin juga dia mempertimbangkan, menanyakan kepada PJU (pejabat utama) yang lain, mungkin dia juga harus adain wanja, siapa penggantinya, kan tidak gampang juga, dan dia harus hati-hati juga. Tapi kita yakin suara suara ini pasti didengar Kapolri," lanjutnya.

Simak video 'Komnas HAM Janji Tegakkan Keadilan di Kasus Polisi Tembak Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya pernyataan Trimedya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT