Merapi Luncurkan 7 Kali Awan Panas & 49 Kali Lava Pijar

Merapi Luncurkan 7 Kali Awan Panas & 49 Kali Lava Pijar

- detikNews
Sabtu, 17 Jun 2006 12:01 WIB
Klaten - Selama 6 jam, sejak pukul 00.00-06.00 WIB, Sabtu (17/6/2006), Merapi sudah meluncurkan 7 kali awan panas dan memuntahkan 34 kali lava pijar. Luncuran awan panas sekitar 1,5 km.Meski data sementara seismograf menunjukkan luncuran awan panas mencapai 7 kali, secara visual awan panas yang bisa teramati hanya 2 kali. Luncuran itu mengarah ke Kali Gendol.Sulitnya luncuran awan panas teramati disebabkan cuaca di puncak Merapi yang tertutup kabut tebal sejak malam hingga dini hari.Meski tertutup kabut, guguran lava pijar masih bisa terlihat walau agak samar-samar. Guguran lava itu mengarah ke Kali Krasak dan Kali Gendol. Guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Krasak tercatat 15 kali dengan jarak luncur maksimal 3 km. Sedangkan luncuran ke Kali Gendol sebanyak 34 kali sejauh 1 km.Hingga pukul 11.30 WIB, meski Merapi masih diselimuti kabut tebal, dari pantauan detikcom di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, guguran lava pijar maupun luncuran awan panas masih terus terdengar. Hanya saja tidak dapat teramati dengan sempurna.Demikian juga dengan jarak luncuran, hanya terlihat kepulan asap hitam di sepanjang jalur Kali Gendol.Saat ini jalur Kali Gendol dari puncak hingga ke hulu semakin melebar akibat tergerus aliran lava. Kedalamannya juga semakin bertambah. Diperkirakan lebar di bagian hulu saat ini mencapai 200 meter dengan kedalaman mencapai 50 meter.Sedangkan di sekitar Desa Balerante yang ada di sebelah barat, tepatnya di sebelah timur Kali Gendol, saat ini masih dipenuhi debu Merapi. Sedangkan di sekitar wilayah aliran Kali Gendol terutama di Cekdam (bendungan) IV-VII sudah dipenuhi material pasir Merapi.Diperkirakan masing-masing titik Cekdam menampumg 1,5 juta meter kubik pasir Merapi. Sedangkan di kawasan Bukit Kendil dan sekitarnya, dari wilayah Balerante masih terlihat sisa-sisa pohon yang hangus dan timbunan debu. Suara gemuruh pun hingga kini masih terdengar. (umi/)



Berita Terkait