Ketegangan Antarwarga di Porong Kembali Terjadi
Sabtu, 17 Jun 2006 10:18 WIB
Sidoarjo - Ketegangan antarwarga kembali terjadi di Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 37.800. Warga desa Siring, Kecamatan Porong bersitegang dengan warga desa Kedung Bendo, Kecamatan Tanggul Angin, Sidoarjo.Menurut pantauan detikcom, Sabtu (17/6/2006), warga Siring berkeinginan menjebol tanggul, sedangkan warga Kedung Bendo ingin mempertinggi tanggul.Sebelumnya warga Kedung Bendo khususnya RT 5 dan 6, RW 2, yang sebagian rumahnya sudah terendam air berbondong-bondong sambil membawa pacul, tongkat dan juga sabit, mendatangi Desa Reno Kenongo, Kecamtan Porong. Mereka akan membongkar tanggul yang membendung lumpur dari sumur gas Lapindo Brantas.Namun setelah negosiasi dengan warga setempat, niat warga Kedung Bendo membatalkan niatnya dan berjalan ke jalan tol KM 38. Sekitar 80 warga kemudian menyandera eskavator. Operator eskavator pun dibawa menuju ke jalan tol KM 37.800. Mereka akan mempertinggi tanggul agar lumpur tidak membludak ke Kedung Bendo.Akan tetapi warga Siring dalam waktu bersamaan juga mendatangi KM 37.800 dan bertemulah mereka di bawah jembatan layang Siring. Warga Siring akan membuka tanggul supaya lumur dapat mengalir ke tempat lain.Ketegangan sempat terjadi. Kerumunan massa membuat lumpuh arus lalu lintas di jalann tol dari Surabaya menuju Gempol sekitar 30 menit. Namun pada pukul 10.15 WIB jalan tol sudah mulai lancar meski masih digenangi lumpur.Saat negosiasasi antara dua kelompok itu disepakati bahwa tangul yang dijebol adalah tanggul di jalan tol KM 39. Warga pun berbondong-bondong menuju ke KM 39 dengan mengunakan truk. Kemarahan warga Siring dipicu terendamnya rumah warga di RT 8, RW 8, sejak Sabtu dini hari. Saat ini banyak warga di desa itu yang mengungsi ke Pasar Baru Porong dan juga ke sejumlah rumah kerabat.
(san/)











































