ADVERTISEMENT

Legislator Golkar Dukung Pemerintah Setop Kirim PMI ke Malaysia

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 12:56 WIB
Christina Aryani
Foto: Christina Aryani (dok. istimewa).
Jakarta -

Pemerintah menyetop sementara pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Anggota Komisi I DPR Christina Aryani menyebut keputusan pemerintah sebagai langkah tepat.

"Keputusan pemerintah untuk tidak mengirimkan PMI domestik saya nilai tepat, MoU kedua negara dibuat untuk memastikan pelindungan PMI domestik melalui penempatan One Channel System. Adapun Sistem Maid Online (SMO) yang mendegradasi martabat PMI kita ternyata masih juga diterapkan oleh Malaysia," kata Christina dalam keterangannya, Jumat (15/7/2022).

Dia menjelaskan penggunaan SMO membuat posisi PMI rentan tereksploitasi karena tidak sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Sementara penempatan satu kanal yang diatur dalam MoU akan memudahkan dua negara dalam melakukan pengawasan serta menekan biaya perekrutan dan penempatan PMI ke Malaysia," ujar Christina.

Diketahui One Channel System merupakan integrasi dari aplikasi SIAPkerja (termasuk di dalamnya aplikasi SISKOPMI) milik Indonesia dan aplikasi online Foreign Workers Centralized Management System (FWCMS) milik Malaysia.

Sistem satu kanal ini juga diharapkan akan menekan secara signifikan jumlah PMI yang masuk ke Malaysia secara tidak sesuai prosedur. Christina mendukung langkah tegas pemerintah.

"Maka dalam hal Malaysia tidak mengikuti kesepakatan yang sudah dibuat, ya kita harus ambil sikap. Kami mendukung keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara pengiriman PMI ke Malaysia," ujar Christina.

Alasan Pemerintah

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjelaskan alasan pemerintah menghentikan sementara pengiriman pekerja migran sektor domestik ke Malaysia. Kemlu menyebut salah satu penghentian itu karena Malaysia tidak menjalankan MoU terkait pekerja migran.

"Sebagaimana kita ketahui bersama pada tanggal 1 April yang lalu Indonesia dan Malaysia telah menandatangani MoU penempatan dan perlindungan pekerja migran sektor domestik di Malaysia," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Judha Nugraha, seperti dilihat di YouTube Kemlu, Jumat (15/7/2022).

"Dalam MoU tersebut khususnya di pasal 3 dan juga di appendix C MoU memuat kesepakatan kedua negara bahwa penempatan WNI sektor domestik dari Indonesia ke Malaysia melalui one channel system, satu kanal dan sistem ini menjadi satu-satunya mekanisme legal untuk merekrut dan menempatkan pekerja migran kita di sektor domestik di Malaysia," kata Judha.

Simak juga 'DPR Minta Ada Satgas Imbas 18 TKI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT