Patahan Samudera Hindia Sebabkan Gempa di Lampung
Sabtu, 17 Jun 2006 07:24 WIB
Jakarta - Patahan besar di Samudera Hindia menyebabkan patahan lokal di Lampung. Hal ini menyebabkan Lampung terus digoncang gempa."Terjadinya patahan lokal tersebut karena adanya patahan besar di sekitar Samudera Hindia yang sering disebut patahan semangko," kata petugas piket Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Jabar ketika dihubungi detikcom, Sabtu (17/06/2006). BMG belum bisa memprediksikan kapan gempa ini bakal berakhir. Pasalnya, alat pencatat gempa tidak bisa merekam yang disebabkan jarak seismograf dengan tempat gempa cukup jauh."Sementara ini kita baru menurunkan tim ke sana. Alat pencatat gempa masih belum bisa merekam," ungkapnya.Menurut Jabar, sudah sebulan ini Lampung merasakan gempa-gempa kecil. Namun alat pencatat gempa merekam 4 data episenter gempa yang terjadi di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung pada Jumat (16/6/2006). Yakni sekitar pukul 16.53 dengan 2,7 Skala Richter (SR), kemudian pada pukul 18.00 dengan 1,6 SR. Lalu pada pukul 18.42 dengan 1,4 SR dan gempa terakhir yang dirasakan pukul 18.53 dengan 1,2 SR. "Gempa yang terjadi di Kemiling tersebut berada pada 5'33 LS - 105'27 BT," jelas Jabar.BMG masih menyelusuri apakah patahan di Samudera Hindia ini dapat memunculkan gempa besar. "Makanya banyak isu di masyarakat yang mengatakan bahwa akan terjadi gempa besar. Tim kita masih akan menyelidiki lebih lanjut," ujar Jabar.Warga Lampung sendiri sudah berhari-hari ini dilanda resah karena gempa terus menghantam kawasan itu. Akibatnya, warga Kemiling mendirikan tenda di luar rumah untuk antisipasi.
(atq/)











































