ADVERTISEMENT

Arahan Anies, Pemprov Ajak Bonge hingga Jeje 'SCBD' Kampanyekan Kebersihan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 10:50 WIB
Para remaja SCBD digandeng Pemprov DKI (dok. Pemprov DKI)
Para remaja 'SCBD' digandeng Pemprov DKI (Foto: dok. Pemprov DKI)
Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menggandeng remaja 'Sudirman Citayam Bojonggede Depok' atau 'SCBD', mulai Bonge hingga Jeje, untuk mengkampanyekan kebersihan di Dukuh Atas. DLH DKI menggandeng Bonge hingga Jeje atas arahan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Bukan dalam artian duta ya, cuma kita collab mau bikin konten-konten edukasi teman-temannya, masyarakat untuk jaga kebersihan, ketertiban di fasilitas umum," kata Subkoordinator Urusan Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/7/2022).

"Ya pasti arahan pimpinanlah, arahan Pak Gub juga," sambungnya.

Yogi mengatakan Jeje hingga Bonge bersedia mengedukasi sesama remaja 'SCBD' lainnya mengenai kebersihan dan ketertiban di ruang publik. Sosialisasi, kata dia, dilakukan secara langsung maupun melalui konten media sosial.

"Nanti kita mau live di Instagram tentang edukasi kebersihan, jaga ketertiban di fasilitas publik sama Jeje dan sama Bonge," ucapnya.

Yogi mengatakan keduanya merupakan sosok yang bisa memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat, terutama sesama remaja 'SCBD' yang kerap nongkrong di Dukuh Atas. Dia berharap sosialisasi dari Bonge dan Jeje bisa membuat para ABG sadar kebersihan.

"Kita nilai sih efektif karena pengaruhnya, influence-nya karena mereka sekarang jadi tokoh informal yang ramai di medsos. Pasti teladan mereka berpengaruh di masyarakat, terutama seusia mereka,"ucapnya.

Para remaja 'SCBD' digandeng Pemprov DKI (dok. Pemprov DKI)Para remaja 'SCBD' digandeng Pemprov DKI (dok. Pemprov DKI)

Baca juga: Anies soal Fenomena ABG 'SCBD': Yang Penting Jaga Kebersihan

Jeje hingga Bonge disebut tidak meminta bayaran dari pemerintah. Dia mengatakan keduanya berharap Pemprov DKI memberikan beasiswa agar para remaja itu bisa melanjutkan sekolah.

"Kemarin kita tanyain minta fee berapa kamu, kalau sama pemerintah kita nggak minta fee. Kita mintanya sama yang lain-lain saja. Kalau bisa ada beasiswa. Bagus pemikirannya, berarti dia mau sekolah lagi," ucap Yogi.

Yogi juga melaporkan saat ini sampah di kawasan Dukuh Atas sudah mulai berkurang berkat adanya sosialisasi serta sanksi sosial. Saat ini, jumlah sampah selama sehari sekitar seperempat meter kubik.

"Jadi sangat efektif sih pengurangan sampahnya setelah melakukan itu. kemudian menerapkan sanksi sosial simpati, itu berpengaruh. Jumlah sampah jauh berkurang," tuturnya.

Simak Video 'Anies soal Fenomena ABG 'SCBD': Yang Penting Jaga Kebersihan':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT