Kontroversi Brotoseno Berakhir Dipecat Polri

ADVERTISEMENT

Kontroversi Brotoseno Berakhir Dipecat Polri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 07:03 WIB
Sidang lanjutan dugaan suap dengan terdakwa AKBP Brotoseno batal digelar, Senin (20/2/2017). Hal tersebut lantaran majelis hakim ada agenda lain yang harus didahulukan.
Brotoseno (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Nasib AKBP Raden Brotoseno sudah diputus melalui sidang etik. Karir Brotoseno di kepolisian kandas.

"Berdasarkan hasil PK atas nama AKBP Brotoseno yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 pukul 13.30 WIB memutuskan untuk memberatkan sidang Komisi Kode Etik Polri tanggal 13 Oktober 20220 menjadi sanksi administratif berupa PTDH sebagai anggota Polri," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah saat konferensi pers, Kamis (14/7/2022).

Berdasarkan hasil sidang PK, AKBP Brotoseno resmi mengakhiri masa dinasnya di Polri usai menerima keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Saat ini Brotoseno tidak lagi bertugas di kepolisian.

Nama Brotoseno ini mulai beken sejak tahun 2011. Berikut kontroversi Brotoseno yang dirangkum detikcom:

Asmara Brotoseno-Angie Terungkap

Pada akhir tahun 2011, kisah asmara Brotoseno dengan Angelina Sondakh atau Angie terendus. Cinta bersemi di antara keduanya karena kerap berkomunikasi. Kala itu Angie adalah saksi dalam kasus proyek Wisma Atlet dengan terdakwa Nazaruddin.

Angie sempat menutup-nutupi hubungannya dengan Brotoseno. Namun Angie setelah itu mulai terbuka soal hubungannya Broto.

Selain itu, Angie bersama Brotoseno juga sempat mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir bandang di Dusun Sidorejo, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

Tak hanya itu, foto mesra Angie dan Brotoseno juga beredar luas. Ada tiga foto yang beredar di tengah publik pada 2011.

Saat itu Brotoseno bertugas di KPK. Dia menjadi penyidik KPK kala itu.

Sedangkan Angie saat itu kerap 'bolak-balik' di KPK karena dia menjadi saksi kasus korupsi proyek Wisma Atlet dengan tersangka Nazaruddin. Angie juga tersangka dalam perkara itu setelah KPK melakukan pendalaman.

Brotoseno Dipulangkan KPK

KPK memulangkan Brotoseno yang saat itu berpangkat Kompol ke Mabes Polri. Surat resmi diteken pimpinan KPK.

"Sudah sudah. Hari Senin kemarin sudah Kita kirim. Resmi saya tanda tangani," jelas Ketua KPK Busyro Muqoddas saat itu di sela-sela acara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Istana Bogor, Rabu (14/12/2011).

Kisah cinta Angie dengan Brotoseno ini diketahui menjadi topik panas di kalangan internal KPK pada saat itu. Busyro pun mengamini adanya hubungan asmara antara penyidik KPK dengan janda Adjie Massaid itu.

"Indikasi ada kedekatan pribadi, dan itu sudah kami periksa. Itu hubungan anak-anak muda lah," kata Busyro beberapa waktu lalu.

Brotoseno kemudian dimutasi ke bagian sumber daya manusia (SDM) Polri. Hal itu tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor 2433/XII/2011 bertanggal 20 Desember 2011

Brotoseno yang disebutkan sebagai perwira menengah di Bareskrim Polri pun ditempatkan di bagian SDM Polri. Dia akan diarahkan ke bagian lain yakni Baggassus Robinkan Polri.

Brotoseno Tersangka Kasus Korupsi

Lama tak terdengar kabar, pada 11 November 2016, Brotoseno ditangkap tim Bareskrim Polri. Dia bersama oknum polisi lain disebut menerima duit dari dari pengacara kasus dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014.

Karo Penmas Mabes Polri pada saat itu, Kombes Rikwanto, menjelaskan tujuan pemberian duit itu agar memperlambat proses penyidikan perkara tersebut. Rikwanto memastikan pemberian duit Rp 1, 9 miliar dari total yang dijanjikan Rp 3 miliar, merupakan inisiatif dari pengacara HR.

"Seseorang mengaku pengacara mengaku memberikan uang untuk memudahkan pemeriksaan terhadap DI. (Untuk) Memudahkan untuk yang bersangkutan sering ke LN baik untuk urusan bisnis dan pengobatan sehingga penyidik diminta jangan terlalu cepat memanggil, agak diperlambat saja," kata Rikwanto.

Brotoseno diduga ikut menerima duit Rp 1,9 miliar terkait penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah itu. Dia langsung ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya.

Brotoseno Dipenjara

Kasus itu pun disidangkan, saat itu Brotoseno didakwa menerima suap Rp 1,9 miliar. Kemudian dia dituntut 7 tahun penjara atas kasus suap terkait cetak sawah. Dia dinilai telah menerima uang Rp 1,8 miliar untuk penundaan pemeriksaan saksi di kasus cetak sawah.

Namun, hakim menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan. Dia divonis hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Brotoseno disebut terbukti bersalah menerima suap.

"Menyatakan terdakwa Raden Brotoseno telah terbukti secara sah dan bersalah dalam melakukan korupsi. Menjatuhkan penjara selama 5 tahun dan denda 300 juta subsider kurungan 3 bulan," ujar ketua majelis hakim Baslin Sinaga membacakan putusannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2017).

Bebas Bersyarat Sejak Februari 2020

Brotoseno rupanya sudah bebas bersyarat sejak Februari 2020. Dia ditahan sejak 18 November 2016 untuk menjalani vonis 5 tahun penjara.

"Raden Brotoseno bin R. Bambang Prijo Sudibjo merupakan narapidana yang menjalani masa pidana di Lapas Kelas I Cipinang atas kasus korupsi atau melanggar Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Rika Aprianti dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (2/9/2020).

"Bahwa yang bersangkutan telah bebas bersyarat pada 15 Februari 2020," imbuhnya.

Brotoseno ditahan sejak 18 November 2016. Saat itu dia diwajibkan menjalani hukuman pidana selama 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan.

Berikut ini rincian data pemidanaan untuk Brotoseno seperti disampaikan Rika:
- Ekspirasi awal pada 18 November 2021
- Potong Tahanan (Remisi) selama 13 bulan 25 hari
- Ekspirasi Sebenarnya pada 29 September 2020

"Bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan hak remisi dan pembebasan bersyarat sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2018," ucap Rika.

Masih Polisi Aktif Meski Eks Napi

ICW menerbitkan rilis terkait Brotoseno yang diduga aktif setelah terjerat kasus korupsi pada Mei 2022 lalu. Padahal, menurut ICW, kasus itu sudah berkekuatan hukum tetap dan Brotoseno dinyatakan bersalah dalam putusan.

Peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, menyampaikan, pada awal Januari 2022, pihaknya menyurati Irjen Wahyu Widada. Isi surat ICW berkaitan dengan permintaan klarifikasi status Raden Brotoseno di kepolisian.

"Pada awal Januari lalu, Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan surat kepada Asisten SDM Polri Irjen Wahyu Widada perihal permintaan klarifikasi status anggota Polri atas nama Raden Brotoseno. Hal ini kami sampaikan karena diduga keras yang bersangkutan kembali bekerja di Polri dengan menduduki posisi sebagai Penyidik Madya Dittipidsiber Bareksrim Polri," kata Kurnia dalam keterangan tertulis.

"Sayangnya, hingga saat ini surat dari ICW tak kunjung direspon oleh Polri," imbuh Kurnia.

Dugaan masih aktifnya Brotoseno ini pun ramai disorot. Hingga akhirnya Kapolri merevisi Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 12 tahun 2011 Tentang 'Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia' dan Perkap Nomor 19 Tahun 2012 Tentang 'Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia'.

Kemudian setelah merevisi Perkap, Sigit membuat tim etik untuk peninjauan kembali (PK) vonis etik Brotoseno. Sidang itu akhirnya menjatuhkan putusan memecat Brotoseno secara tidak hormat dari kepolisian.

Simak Video 'AKBP Brotoseno Resmi Dipecat Secara Tidak Hormat!':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT