ADVERTISEMENT

Kemenkes: Tak Ada Karantina Terpusat bagi Jemaah Haji Tiba di RI

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 02:43 WIB
Muslim pilgrims climb Mount Arafat, also known as Jabal al-Rahma (Mount of Mercy), to perform their morning prayers,  southeast of the holy city of Mecca, during the climax of the Hajj pilgrimage, early on July 8, 2022. (Photo by Delil SOULEIMAN / AFP) (Photo by DELIL SOULEIMAN/AFP via Getty Images)
Ilustrasi (Foto: Delil Souleiman/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Pemulangan jemaah haji ke Tanah Air akan dimulai pada 15 Juli. Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kemenkes Budi Sylvana menegaskan bahwa bagi jemaah yang dalam kondisi sehat dapat langsung kembali ke daerahnya masing-masing.

"Tidak ada karantina terpusat selama 21 hari kepada jemaah haji. Kami ulangi, tidak ada karantina kepada jemaah haji kita," tegasnya di Jeddah, dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (15/7/2022).

Fase pemulangan jemaah haji di mulai hari ini. Enam kloter pertama akan terbang ke Tanah Air pada 15 Juli 2022, bertolak dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Setiba di bandara kedatangan, akan dilakukan pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji. Pengawasan kesehatan di bandara dilakukan melalui pengecekan suhu dengan menggunakan thermal scanner dan thermal gun, serta pengecekan tanda dan gejala penyakit menular, potensi wabah, termasuk Covid-19.

Budi menambahkan bahwa jemaah haji akan diminta mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). Tujuannya, untuk melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri selama 21 hari setelah kedatangan.

"Jadi tidak ada karantina. Yang ada adalah pengawasan secara mandiri di daerah masing-masing. Jadi jemaah bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasa," ujarnyanya.

Namun, Budi mengatakan, jika saat pemeriksaan di bandara ditemukan gejala Covid-19 atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius, maka akan dilakukan pemeriksaan konfirmasi dengan pemeriksaan PCR. Demikian juga jika ada jemaah yang sakit setelah beberapa hari pulang ke Tanah Air, mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Ini sebagai upaya kita melakukan deteksi dini agar tidak terjadi penularan penyakit di Tanah Air," tegasnya.

"Pengawasan kesehatan secara mandiri ini dilakukan untuk mengantisipasi infeksi penyakit menular, di antaranya Covid-19, Meningitis, Mers CoV, Polio, dan penyakit lainnya," imbuhnya.

Simak juga 'Doa Jokowi untuk Jemaah Haji: Mabrur-Selamat Kembali ke Tanah Air':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT