Kompolnas Apresiasi Pemecatan AKBP Brotoseno: Polri Harus Bersih Korupsi

ADVERTISEMENT

Kompolnas Apresiasi Pemecatan AKBP Brotoseno: Polri Harus Bersih Korupsi

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 21:27 WIB
Pimpinan Redaksi Detikcom Alfito Deannova Ginting, Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol Purn  Benny Josua Mamoto, dan Komisioner Kompolnas Poengky Indarti melakukan rapat persiapan acara Hoegeng Award di kawasan Menara Bank Mega, Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (1/4).
Poengky Indarti (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kompolnas menyambut baik pemecatan AKBP Brotoseno dari institusi Polri. Kompolnas menekankan lingkungan Polri harus dijaga agar bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Kompolnas menyambut baik putusan sidang PK AKBP Brotoseno yang memutuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada AKBP Brotoseno," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).

Menurut Poengky, putusan pemberhentian secara tidak hormat tersebut sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Pasalnya, korupsi, terang Poengky, merupakan tindakan kejahatan yang tergolong serius.

"Korupsi adalah kejahatan serius yang harus dilawan oleh setiap orang. Sebagai aparat penegak hukum, AKBP Brotoseno harus taat hukum, termasuk taat untuk bersih dari korupsi," kata Poengky.

Putusan pemberhentian tidak dengan hormat, jelas Poengky, dapat memberikan efek jera kepada AKBP Brotoseno. Serta menjadi ancaman bagi anggota Polri lain agar tidak coba-coba korupsi.

"Institusi Polri harus dijaga agar bersih dari korupsi. Polri bersih dari kolusi, korupsi dan nepotisme merupakan amanat Reformasi Kultural Polri," imbuh Poengky.

AKBP Brotoseno Dipecat

Polri sebelumnya mengumumkan hasil sidang peninjauan kembali terhadap putusan etik AKBP Brotoseno. Berdasarkan hasil sidang PK, AKBP Brotoseno resmi mengakhiri masa dinasnya di Polri setelah menerima keputusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

"Berdasarkan hasil PK atas nama AKBP Brotoseno yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 pukul 13.30 WIB memutuskan untuk memberatkan sidang Komisi Kode Etik Polri tanggal 13 Oktober 20220 menjadi sanksi administratif berupa PTDH sebagai anggota Polri," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah saat konferensi pers, Kamis (14/7).

Seperti diketahui, Komisi Peninjauan Kembali untuk melakukan PK atas putusan sidang etik AKBP Brotoseno telah disahkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ditunjuk menjadi pimpinan sidang PK terhadap putusan etik Brotoseno.

Komisi PK tersebut diketahui disahkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 29 Juni 2022.

"Bapak Kapolri menunjuk sebagai pimpinan sidang nantinya, sidang KKEP PK terhadap Saudara AKBP BS adalah Bapak Wakapolri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (29/6).

Simak video 'AKBP Brotoseno Resmi Dipecat Secara Tidak Hormat!':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/zak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT