Ibu Korban Gempa Harus Tetap Berikan ASI
Jumat, 16 Jun 2006 19:27 WIB
Jakarta -
Menkes mengimbau ibu-ibu korban gempa Yogya untuk tetap memberikan air susu ibu (ASI) pada bayinya yang masih di bawah dua tahun. Imbauan ini dilakukan karena banyak bantuan susu formula yang dikonsumsi oleh balita-balita di daerah-daerah terkena gempa."Jangan sedemikian bebasnya susu formula itu diberikan pada bayi di bawah umur 2 tahun. Saya imbau untuk ibu-ibu di Bantul dan sekitarnya untuk tetap memberikan ASI," ucap Menkes Siti Fadillah Supari lantang di hadapan wartawan dalam jumpa pers di Depkes, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2006).Kekhawatiran Menkes ini berawal dari derasnya bantuan susu bubuk untuk bayi dari berbagai pihak langsung ke lokasi bencana. Dinas Kesehatan Provinsi DIY misalnya telah menerima bantuan 30 kardus susu bubuk formula untuk bayi 0-6 bulan langsung dari pabrik dan 6 kardus susu bubuk formula untuk bayi 6-12 bulan dari sebuah negara asing. Sementara Satlak Bantul telah menerima 265 kardus dan 1.567 bungkus susu bubuk formula untuk bayi, serta 945 kotak, 180 kardus, dan 1.240 kaleng susu bubuk dari berbagai perusahaan lokal, LSM dan pemda. Menurut Menkes, bayi di bawah 2 tahun harus diberikan ASI eksklusif, meski dalam situasi pasca bencana di Yogya. ASI diperlukan untuk mencegah munculnya berbagai hal buruk terhadap bayi, misalnya mencret atau diare bahkan kematian. Diare bisa muncul jika air yang digunakan tidak bersih."ASI menjadi penting karena terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, bahan bakar dan tak adanya jaminan kesinambungan ketersediaan susu formula," ujar Menkes.Untuk itu, Menkes mengimbau penyaluran sumbangan susu formula haruslah melalui Depkes. Selain itu, pemberian susu bubuk formula untuk bayi di bawah 2 tahun haruslah terbatas dan dalam keadaan darurat.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































